Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen Driver Rasakan Tambahan Penghasilan di Tengah Sepinya Order
Try Juliansyah July 02, 2026 10:46 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kebijakan baru terkait penyesuaian potongan biaya layanan (komisi) aplikasi ojek online membawa angin segar bagi para mitra pengemudi. 

Penurunan potongan biaya layanan transportasi berbasis aplikasi dari 20 persen menjadi sekitar 8 persen mulai dirasakan sebagian pengemudi sebagai tambahan keuntungan, meski kondisi permintaan penumpang saat ini masih cenderung sepi.

Kebijakan pemangkasan potongan komisi ini dinilai menjadi salah satu langkah solutif untuk mendongkrak pendapatan bersih para mitra driver di tingkat akar rumput, terutama dalam menghadapi dinamika pasar yang fluktuatif.

Keuntungan Lebih Besar per Transaksi

Langkah manajemen yang menurunkan potongan komisi ini disambut baik oleh para mitra di lapangan.

Salah seorang driver Gojek di Kota Pontianak, Khotib, mengaku kebijakan penurunan potongan biaya layanan untuk layanan transportasi memberikan keuntungan bagi pengemudi.

Ia memberikan gambaran konkret mengenai perbedaan pendapatan bersih yang diterimanya antara sistem potongan lama dengan sistem tarif yang berlaku saat ini.

Baca juga: Disdik Pontianak Pastikan Tak Ada Temuan KK Fiktif dalam SPMB 2026

Menurutnya, potongan yang semula mencapai 20 persen kini turun menjadi sekitar 8 persen.

"Kalau sebelumnya misalnya tarif Rp20 ribu, potongannya bisa sekitar 20 persen. Sekarang potongannya tinggal sekitar 8 persen atau sekitar Rp800," ujar Khotib saat ditemui di sela-sela aktivitasnya menanti orderan.

Orderan Penumpang Sepi Selama Libur Sekolah

Kendati potongan komisi untuk layanan roda dua (GoRide) sudah jauh lebih bersahabat, tantangan lain justru muncul dari sisi permintaan konsumen. Faktanya, jumlah masyarakat yang memanfaatkan jasa transportasi online sedang mengalami penurunan.

Meski demikian, Khotib mengaku saat ini lebih banyak menerima pesanan layanan GoFood dan GoSend dibanding layanan transportasi penumpang (GoRide). Karena itu, dampak kebijakan penurunan potongan tersebut tidak terlalu dirasakannya.

"Saya sekarang lebih banyak main GoFood sama GoSend, sudah jarang ambil GoRide," katanya.

Faktor musiman seperti libur panjang anak sekolah di pertengahan tahun disinyalir menjadi pemicu utama merosotnya pengguna jasa GoRide.

Sebagaimana diketahui, pelajar dan mahasiswa merupakan salah satu pangsa pasar terbesar bagi moda transportasi ojek online di Kota Pontianak.

"Kalau GoRide memang lagi sepi karena momen libur sekolah. Tapi kalau GoFood masih stabil," ucapnya.

Strategi Bertahan dengan Layanan GoFood dan GoSend

Peralihan fokus para driver untuk lebih banyak mengambil orderan berbasis pengantaran barang dan makanan terbukti menjadi penyelamat dapur mereka. Strategi adaptif ini membuat stabilitas harian para mitra tetap terjaga dengan baik.

Khotib mengatakan hingga saat ini kondisi pekerjaannya masih berjalan normal. Dalam sehari ia masih mampu menyelesaikan sekitar 12 hingga 13 pesanan, yang didominasi layanan GoFood dan GoSend.

"Sehari masih dapat sekitar 12 sampai 13 order. Mayoritas dari GoFood sama GoSend," jelasnya.

Untuk mengejar target harian tersebut, Khotib menerapkan manajemen waktu yang disiplin.

Ia biasanya mulai bekerja pada pagi hari, sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, dengan durasi kerja yang dapat mencapai 12 jam.

Meski demikian, ia memilih mengakhiri pekerjaannya pada sore hingga awal malam hari.

Ketahanan daya beli masyarakat Pontianak terhadap kebutuhan kuliner dinilai menjadi faktor utama mengapa sektor pesan-antar makanan tidak goyah.

Menurut Khotib, dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, permintaan layanan GoFood relatif tidak mengalami perubahan yang signifikan dan tetap stabil meskipun sedang memasuki masa libur sekolah.

Para mitra berharap tren positif pada layanan GoFood ini terus bertahan sembari menunggu aktivitas sekolah kembali normal, sehingga mereka bisa mencicipi keuntungan maksimal dari kebijakan komisi 8 persen pada layanan GoRide secara lebih optimal. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.