Kronologi Kecelakaan Maut di Sekadau, Anggota DPRD Abang Nasir Meninggal Dunia
Try Juliansyah July 02, 2026 10:46 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kabar duka yang mendalam menyelimuti seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Sekadau. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau, Abang Nasir, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tragis di Jalan Merdeka Timur, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Kamis, 2 Juli 2026 sekitar pukul 11.43 WIB.

Korban yang telah menginjak usia 61 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian perkara (TKP).

Pria yang dikenal aktif sebagai wakil rakyat ini mengalami luka yang sangat berat di bagian kepala setelah sepeda motor Yamaha Mio berwarna putih yang dikendarainya terlibat tabrakan hebat dengan sebuah truk tangki Mitsubishi Fuso berwarna kuning.

Aparat kepolisian dari Polres Sekadau pun langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi serta mengamankan jalannya arus lalu lintas yang sempat tersendat pasca-insiden tersebut.

Kronologi Kejadian Berdasarkan Olah TKP

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa peristiwa memilukan itu bermula saat korban berniat melanjutkan perjalanannya setelah keluar dari kawasan Warkop Pondok Indah.

Korban mengendarai sepeda motornya dan hendak memasuki jalur utama di Jalan Merdeka Timur menuju arah Kabupaten Sintang.

"Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, saat memasuki badan jalan diduga pengendara sepeda motor tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah belakang," ujar IPDA Iwan.

Baca juga: 28 Personel Polres Sekadau Naik Pangkat, Kapolres: Amanah Harus Dijawab dengan Kinerja

Nahas, pada waktu yang bersamaan, sebuah truk tangki Mitsubishi Fuso bermuatan besar dengan nomor polisi yang kini diamankan petugas melaju dari arah Kabupaten Sanggau menuju arah Sintang. Truk tersebut dikemudikan oleh seorang pria bernama Juliansyah (38).

Karena posisi kendaraan korban yang muncul secara mendadak dan jarak antara kedua kendaraan sudah terlampau dekat, pengemudi truk tidak sempat melakukan pengereman secara maksimal.

Akibatnya, tabrakan keras di badan jalan trans-Kalimantan tersebut pun tidak dapat dihindari lagi.

Korban Meninggal di Tempat, Polisi Selidiki Kasus

Benturan keras dari kendaraan roda enam tersebut mengakibatkan tubuh korban beserta sepeda motornya terhempas ke aspal. Pengendara sepeda motor mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Warga di sekitar lokasi yang melihat kejadian tersebut langsung histeris dan mencoba memberikan pertolongan, namun nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan.

Sementara itu, pengemudi truk tangki, Juliansyah, dilaporkan tidak mengalami luka fisik sedikit pun akibat insiden tersebut dan langsung diamankan petugas untuk dimintai keterangan.

Saat ini, Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sekadau masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, mengumpulkan bukti-bukti tambahan, serta memeriksa saksi mata guna memastikan penyebab pasti dari kecelakaan maut ini.

Polisi juga tengah melengkapi proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ucapan Belasungkawa dari Polres Sekadau

Kepergian Abang Nasir yang begitu mendadak menyisakan kesedihan mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan kerja di lembaga legislatif dan mitra kerja di kepolisian.

Atas peristiwa tersebut, Polres Sekadau menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Abang Nasir. Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," tutup IPDA Iwan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.