Anjing Pelacak Diturunkan, Rivaldo Kandouw Korban Longsor di PETI Mopait Bolmong Belum Ditemukan
Rizali Posumah July 02, 2026 10:53 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Polda Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya memenuhi permintaan keluarga Rivaldo Kandouw (18) penambang yang hilang saat longsor di PETI Mopait, Kabupaten Bolmong, untuk menurunkan unit K-9 atau anjing pelacak.

Dari pantauan Tribunmanado.co.id, satu tim K-9 Polda Sulut hadir di TKP longsor PETI Mopait, Kamis 2 Juli 2026.

Pencarian menggunakan anjing pelacak dilakukan sejak pukul 10.00 Wita. 

Satu ekor anjing pelacak berwarna hitam kecoklatan tanpak mengendus dasar jurang yang penuh dengan material longsor. 

Sayangnya, hingga pukul 18.00 Wita korban Rivaldo Kandouw (18) belum juga ditemukan.

Berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi bersama seluruh unsur SAR gabungan serta pihak keluarga, disepakati pencarian terhadap Rovaldo Kandouw ditutup dan masuk dalam tahap pemantauan. 

Apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda keberadaan korban, maka Operasi SAR akan dibuka kembali.

Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur dan instansi terkait yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan selama tujuh hari pelaksanaan operasi pencarian.

Ia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam, atas nama Basarnas Sulut dan seluruh tim SAR Gabungan, kepada keluarga Alif Tamimu warga Gorontalo, yang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia

Kata dia, Basarnas Sulut dan seluruh tim SAR Gabungan juga menyampaikan rasa prihatin serta permohonan maaf kepada keluarga Rivaldo Kandouw warga Bolmong, karena hingga operasi SAR dihentikan korban belum berhasil ditemukan. 

Meski operasi telah ditutup sesuai prosedur setelah melalui evaluasi bersama, pemantauan akan terus dilakukan dan apabila terdapat informasi ataupun tanda-tanda keberadaan korban, Operasi SAR akan segera dibuka kembali. 

“Harapan agar korban dapat segera ditemukan tetap menjadi doa seluruh Tim SAR Gabungan,” jelasnya.

Diketahui, peristiwa longsor tersebut terjadi pada pada Kamis 25 Juni 2026 sekitar pukul 21.13 WITA.

Saat itu, kedua korban bersama sejumlah rekan sesama penambang sedang beristirahat di sebuah camp atau yang biasa disebut daseng di area tambang.

Tiba-tiba material longsoran dari tebing diatas lokasi tambang meluncur dan menimbun area tempat mereka berada.

Sejumlah penambang berhasil menyelamatkan diri, namun Alif Tamimu alias Alip (18) dan Rivaldo Kandow alias Baim tidak sempat menghindar sehingga terseret dan tertimbun material longsor.

Pada Minggu 28 Juni 2026 tim SAR gabungan berhasil menemukan Alif Tamimu dalam kondisi meninggal dunia.

Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara pencarian terhadap Rivaldo Kandow terus berlanjut hingga hari ini.

Sebelumnya, Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi turun langsung meninjau proses pencarian di lokasi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang bekerja tanpa mengenal lelah.

“Kami mengapresiasi dedikasi seluruh tim SAR gabungan yang terus bekerja keras menemukan para korban," tegasnya.

"Pemerintah Kabupaten Bolmong akan terus memberikan dukungan hingga proses pencarian korban kedua selesai. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar korban segera ditemukan,” kata Yusra.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendampingi keluarga korban dan memastikan seluruh proses pencarian berjalan maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas. (Nie)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.