BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tiga tahun lalu, Zahwa (15) mengawali masa pendidikannya di SMP Muhammadiyah Koba dengan fasilitas yang serba sederhana. Saat itu, sekolah belum memiliki laboratorium sains, perpustakaan yang memadai, maupun ruang belajar yang nyaman.
Kini, setelah dirinya lulus, sekolah tersebut telah bertransformasi menjadi SMP Taruna Sains Muhammadiyah Koba dengan wajah baru melalui program revitalisasi pemerintah.
Gedung baru berdiri di Kelurahan Arung Dalam, Kecamatan Koba. Tiga ruang kelas bercat biru putih, laboratorium sains, dan perpustakaan kini melengkapi fasilitas SMP Taruna Sains Muhammadiyah Koba melalui program revitalisasi.
Peresmian revitalisasi sekolah dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. Ia menegaskan revitalisasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan di berbagai daerah.
"Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran, baik dari sisi sarana prasarana maupun peningkatan kompetensi pendidik. Harapannya sekolah ini menjadi laboratorium pendidikan yang unggul dalam mencetak generasi hebat Indonesia 2045," kata Abdul Mu'ti pada Kamis (2/7/2026).
Bagi Zahwa, perubahan tersebut menjadi kebanggaan meski dirinya tak sempat merasakan belajar di fasilitas baru itu.
"Alhamdulillah sekarang sudah ada laboratorium, perpustakaan, dan ruang kelas baru. Sekolahnya semakin berkembang," kata Zahwa kepada Bangkapos.
Saat Zahwa masuk pada 2023, sekolah masih menggunakan gedung lama di Jalan Koba, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan fasilitas yang sederhana.Kini, sebagian aktivitas belajar telah berpindah ke kompleks sekolah baru.
Menurut Zahwa, kehadiran laboratorium menjadi perubahan yang paling dinantikan.
"Alhamdulillah adanya pembangunan laboratorium sangat menguntungkan buat sekolah. Ke depan bisa dimanfaatkan adik-adik yang belajar di sini, apalagi sekarang sudah menjadi sekolah sains," ujarnya.
Ia berharap laboratorium tersebut mampu membuat pembelajaran menjadi lebih menarik sekaligus meningkatkan pemahaman siswa.
"Dengan adanya alat-alat laboratorium nanti adik-adik bisa lebih banyak praktik. Belajar sains jadi lebih mudah dipahami," katanya.
Selain laboratorium, Zahwa juga merasakan perubahan pada kenyamanan ruang belajar.
Selama tiga tahun menjadi siswa, satu kelas diisi sekitar 17 orang dan hanya menggunakan kipas angin sebagai penyejuk ruangan.
Kini, sebagian ruang kelas baru telah dilengkapi pendingin ruangan (AC).
"Kalau dulu kami masih pakai kipas angin. Sekarang kelas baru sudah memakai AC. Tentu lebih nyaman untuk belajar," ujarnya.
Bagi Zahwa, memilih sekolah tersebut sejak awal bukan karena lokasinya yang dekat dari rumah di Desa Nibung, melainkan karena ingin memperoleh pendidikan agama yang lebih kuat.
Ia mengenal sekolah itu melalui saudaranya dan langsung menjadikannya pilihan utama setelah lulus SD.
"Memang dari SD sudah berencana masuk Muhammadiyah karena pendidikan agamanya lebih kuat," katanya.
Selama menempuh pendidikan, Zahwa juga merasakan perubahan identitas sekolah menjadi SMP Taruna Sains Muhammadiyah yang memadukan pembelajaran sains dengan nilai-nilai Al-Qur'an.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan sekolah lain.
"Sains Al-Qur'an itu kami mencari ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Misalnya menjelaskan fenomena alam, kemudian dicari penjelasannya dalam Al-Qur'an dan dipadukan dengan penjelasan sains," ujarnya.
Selain mata pelajaran umum, para siswa juga mendapatkan pelajaran Bahasa Arab dan Kemuhammadiyahan sebagai bagian dari kurikulum sekolah.
Tambah Pilihan Pendidikan Berkualitas
Sementara itu, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyebut kehadiran SMP Taruna Sains Muhammadiyah menjadi alternatif pendidikan berkualitas bagi masyarakat Bangka Tengah.
"Ini adalah berkah bagi Bangka Tengah. Kami sangat bahagia dengan hadirnya sekolah ini yang menambah khazanah pilihan pendidikan bagi masyarakat," kata Algafry.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus mengusulkan revitalisasi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Selain itu, pembangunan Sekolah Terintegrasi Nasional (STN) di Kecamatan Namang juga telah mencapai progres sekitar 95 persen.
"Kami berharap Bangka Tengah menjadi salah satu dari 36 daerah di Indonesia yang terpilih mendapatkan pembangunan STN. Kami juga terus berkomunikasi dengan Pak Menteri agar bantuan revitalisasi sekolah di Bangka Tengah dapat terus bertambah ke depannya," ujarnya.
Revitalisasi SMP Taruna Sains Muhammadiyah Koba diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar dengan fasilitas yang lebih lengkap dan berkualitas, sesuatu yang belum sempat dirasakan oleh Zahwa dan angkatannya. (Bangkapos.com/Erlangga)