Matangkan Regrouping SDN Teluk Dalam 9 dan 10, Disdik Banjarmasin: Sudah Tahap Pengusulan
Hari Widodo July 03, 2026 06:50 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- DINAS Pendidikan (Disdik) Banjarmasin tengah mematangkan rencana penggabungan atau regrouping sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang dinilai kurang efektif.

Regrouping tersebut di antaranya akan diberlakukan pada SDN Teluk Dalam 9 dan SDN Teluk Dalam 10, yang tempatnya berdekatan atau satu lokasi di Jalan Sutoyo S, Banjarmasin.

Kabid Pembinaan SD Disdik Kota Banjarmasin, Faisal Rachman menjelaskan, penggabungan sekolah sebagai solusi ketimpangan jumlah peserta didik.

Pendaftaran secara offline dipersilakan bagi sekolah-sekolah yang kuota rombongan belajarnya (rombel) belum terpenuhi. Orangtua bisa langsung datang ke sekolah, dan pihak sekolah yang akan memasukkan datanya ke sistem online.

“Calon murid yang sebelumnya tidak tertampung di sekolah pilihan saat pendaftaran online, akan diarahkan untuk mengisi kuota kosong di sekolah-sekolah sepi peminat ini,” jelasnya, Kamis (2/7/2026).

Baca juga: Sejumlah Sekolah dasar Negeri di Banjarmasin Minim Pendaftar, SDN Teluk Dalam 10 Hanya Dapat 1 Siswa

Faisal mengungkapkan,  proses penggabungan sekolah saat ini sudah memasuki tahap pengusulan dan tinggal menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK).

Setelah SK resmi terbit, perubahan nomenklatur, data guru, murid, hingga sistem pembiayaan akan langsung diunggah ke Dapodik Kementerian.

 “Saat ini terdapat 208 SDN di Banjarmasin, padahal jumlah idealnya sekitar 150 sekolah. Kondisi ini terlalu banyak menyedot tenaga dan anggaran, di tengah berkurangnya jumlah guru,”ujarnya.

Ketimpangan jumlah murid, menurutnya terjadi bukan karena kekurangan anak usia sekolah, melainkan akibat migrasi penduduk ke wilayah lain di antaranya Sungaiandai, Sungailulut, dan Kelayan.

Hal ini membuat beberapa sekolah kelebihan murid, sementara sekolah di wilayah lama justru kekurangan.

Kebijakan regrouping tidak selalu berarti menggabungkan fisik bangunan. Ke depannya, Disdik bisa saja menerapkan sistem satu manajemen sekolah namun beroperasi di dua lokasi berbeda.

Pihaknya menargetkan proses pembagian SK ini rampung sebelum akhir tahun, tepatnya pada semester kedua.

“Berdasarkan arahan Kementerian, SK regrouping sebaiknya dikeluarkan pada September atau di atas bulan Agustus, demi kelancaran penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” paparnya.

Baca juga: Pendaftar SPMB 2026 di SDN Kuin Selatan 5 Banjarmasin 11 Orang, Kondisi Sekolah Picu Sepi Peminat

Jika SK dikeluarkan pada Juni–Juli 2026, dikhawatirkan akan terjadi keterlambatan pencairan dana BOS akibat sistem kementerian yang belum siap melakukan penyesuaian data.

Faisal tidak menampik bahwa salah satu pemicu menyusutnya murid di SDN, adalah tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka ke instansi swasta, seperti SDIT, sekolah keagamaan Kristen, hingga Madrasah.

“Setelah masa daftar ulang selesai, Disdik akan memanggil para kepala sekolah yang kekurangan murid untuk mengevaluasi kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta distribusi gurunya,” pungkasnya. (naa)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.