TRIBUNSUMSEL.COM — Nama AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah mendadak mencuri perhatian dalam sidang perdana kasus dugaan ijazah palsu dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026).
Ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ini ternyata merupakan sosok kunci yang pertama kali mengendus dan melaporkan tudingan miring tersebut kepada Jokowi.
Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membeberkan bahwa pada 26 Maret 2025, Syarif menemukan tiga unggahan di media sosial (dari akun Dokter Tifa, Eggi Sudjana, dan Balige Academy) yang menyerang kehormatan Jokowi.
Baca juga: Profil 3 Hakim yang Kawal Sidang Dokter Tifa Kasus Ijazah Jokowi Hari Ini 2 Juli 2026
Syarif langsung membisiki hal tersebut kepada Jokowi saat berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, yang kemudian berbuntut pada langkah hukum serta konferensi pers tegas dari pihak kuasa hukum Jokowi.
Lantas, siapakah sebenarnya sosok perwira polisi yang dikenal sangat dekat dengan Jokowi ini? Berikut profil dan rekam jejaknya.
AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah adalah seorang perwira menengah (Pamen) Polri yang memiliki karier cemerlang di lingkaran utama Istana.
Nama Lengkap: Syarif Muhammad Fitriansyah, S.I.K., M.Si.
Ia lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 17 April 1991.
Syarif pernah mengenyam pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang
Dan kemudian pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) Lulusan Tahun 2012.
Diketahui, Syarif menikah dengan Widya Ariska (putri dari Kombes Koeshartono Arif Sudrajat) dan telah dikaruniai dua orang anak.
Kesetiaan Syarif kepada Jokowi sudah tidak perlu diragukan lagi.
Ia tercatat sudah mendampingi mantan Wali Kota Solo tersebut sejak tahun 2016, di mana saat itu ia masih menyandang pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).
Kedekatan emosional dan profesional yang terjalin erat membuat Syarif tetap dipercaya menjadi ajudan dan mengawal Jokowi, bahkan setelah sang presiden purna tugas atau lengser pada 20 Oktober 2024 lalu.
Baca juga: Roy Suryo Klaim Jokowi Bakal Hadir di Sidang Dugaan Ijazah Palsu via Zoom, Ajak Publik Menolak
Di lingkungan Istana, Syarif juga dikenal sebagai sahabat dekat dari Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya.
Pernah Gagal Berulang Kali Sebelum Sukses Masuk Akpol
Di balik kariernya yang mentereng saat ini, perjalanan hidup Syarif rupanya penuh dengan lika-liku dan kegagalan yang sempat membuatnya putus asa.
Sebelum akhirnya resmi mengenakan seragam taruna Akpol pada tahun 2009, ia tercatat pernah mengalami rentetan penolakan:
Dua Kali Ditolak Akpol: Mencoba mendaftar di Akademi Kepolisian namun langsung gugur di awal.
Gagal di TNI Angkatan Laut: Sempat beralih mencoba peruntungan di TNI AL, namun kembali menemui kegagalan.
Ditolak Universitas: Di ambang rasa putus asa, ia mencoba mendaftar ke perguruan tinggi umum, tetapi lamarannya lagi-lagi ditolak.
Lewat kegigihannya, Syarif akhirnya berhasil menembus Akpol pada percobaan berikutnya hingga kini sukses meraih pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).
Selain dikenal sebagai ajudan ring satu, perwira asal Pontianak ini juga cukup populer di dunia maya.
Syarif aktif mengelola akun Instagram pribadinya, @syrfxvii, yang kini telah terverifikasi (bercentang biru) dengan jumlah pengikut mencapai 328 ribu.
Melalui media sosial tersebut, ia kerap membagikan sisi humanisnya, mulai dari potret kebersamaan yang hangat bersama anak istri, hingga momen-momen ikonik saat dirinya bertugas mengawal aktivitas keseharian Jokowi.
Dalam dakwaan yang dibacakan di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengurai secara gamblang bagaimana awal AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah menemukan ada 3 unggahan di media sosial yang menuding ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi adalah palsu.
Jaksa menyebutkan bahwa pusaran hoaks tersebut berasal dari tiga platform utama, yakni kanal YouTube milik Eggi Sudjana, kanal YouTube Balige Academy, serta akun X (Twitter) milik Dokter Tifa.
Usai mengumpulkan temuan tersebut, Syarif langsung menghadap dan melaporkan situasi itu kepada Jokowi saat mereka sedang berada di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Mendengar bisikan dan laporan dari ajudannya, Jokowi tidak tinggal diam.
Mantan orang nomor satu di Indonesia itu langsung memberikan instruksi tegas untuk menempuh jalur hukum demi memulihkan nama baiknya.
"Setelah melihat tiga unggahan tersebut, saksi Ir. H. Joko Widodo meminta saksi Syarif Muhammad Fitriansyah, SIK, M.Si. untuk menghubungi tim penasihat hukum saksi Ir. H. Joko Widodo agar mengumpulkan unggahan-unggahan di media sosial yang menyerang kehormatan atau nama baik saksi Ir. H. Joko Widodo dengan menuduhkan ijazah S1 saksi Ir. H. Joko Widodo adalah palsu," papar jaksa, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.
Sebagai tindak lanjut dari perintah tersebut, pada 14 April 2025, tim kuasa hukum Jokowi menggelar konferensi pers resmi untuk menegaskan kepada publik bahwa tudingan miring dari Dokter Tifa cs adalah tidak benar dan menyesatkan.
Jaksa menegaskan di persidangan bahwa ijazah S1 Kehutanan milik Jokowi murni ada dan asli, serta telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak UGM selaku instansi yang berwenang.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com