Proses evakuasi selama hampir dua jam mewarnai penanganan kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan di akses Jembatan Suramadu sisi Madura, tepatnya di Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Seluruh kendaraan yang terlibat dalam kondisi terbalik, sementara dua orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Rumitnya proses evakuasi membuat arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Madura sempat lumpuh.
Petugas gabungan dari Satlantas Polres Bangkalan dan Polsek Burneh pun menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem contra flow.
Jalur sisi timur yang mengarah ke Surabaya difungsikan menjadi dua arah untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan, Ipda Jauhari, mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan, yakni sebuah bus pariwisata, Toyota Avanza, truk Fuso, truk boks, dan satu unit sepeda motor.
"Sementara korban meninggal dunia berjumlah 2 orang, untuk korban luka-luka masih kami data," ungkap Jauhari di lokasi kejadian.
Menurutnya, kecelakaan terjadi dalam satu jalur, yakni dari arah Surabaya menuju Madura.
Bus pariwisata berada di posisi paling belakang dalam rangkaian kecelakaan tersebut.
"Kejadian beruntun satu arah, dari arah Surabaya tujuan Madura, bus paling belakang, bus parawisata. (Dua) korban belum teridentifikasi, kami belum tahu," jelas Jauhari.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena seluruh kendaraan yang terlibat mengalami posisi terbalik.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya korban yang terjepit di bawah badan bus sehingga petugas harus bekerja ekstra hati-hati.
"Juga terkendala ada jenasah yang ada di bawah kendaraan (bus)," pungkas Jauhari.
Setelah truk boks yang sempat melintang di badan jalan berhasil dievakuasi, arus lalu lintas di jalur sisi barat kembali normal sekitar pukul 07.25 WIB.
Sementara itu, polisi masih melakukan pendataan korban luka serta menyelidiki penyebab pasti kecelakaan beruntun tersebut.