Strategi Bupati Syaharuddin Berbuah Manis, Deretan Event Dongkrak Ekonomi dan Kunjungan ke Sidrap
Sakinah Sudin July 03, 2026 10:22 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di era kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah menjadikan penyelenggaraan berbagai event sebagai salah satu strategi menggerakkan roda perekonomian daerah.

Sidrap adalah sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan yang berpusat di Kota Pangkajene Sidenreng.

Dikenal luas sebagai lumbung padi dan telur utama di Kawasan Timur Indonesia, daerah ini juga menjadi pusat energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Di era kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif beragam kegiatan yang digelar sepanjang 2026.

Tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi mendongkrak perputaran uang, meningkatkan kunjungan ke Sidrap, membuka peluang usaha bagi UMKM, hingga mendongkrak pendapatan daerah.

Konsep pembangunan melalui penyelenggaraan event tersebut mulai terlihat sejak awal tahun 2026.

Hampir setiap bulan, Sidrap menjadi tuan rumah kegiatan berskala kabupaten maupun provinsi yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah.

Rangkaian kegiatan diawali pada Januari 2026 melalui Gerakan Seni Kolektif yang digelar di Rappang, Kecamatan Pancarijang.

Ribuan pelajar dari berbagai sekolah turun langsung melukis jalan beton sepanjang sekitar tiga kilometer.

Kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan karya seni di ruang publik, tetapi juga menghidupkan kawasan Rappang karena dipadati peserta, guru, orang tua, hingga masyarakat yang datang menyaksikan.

Masih pada awal tahun, Sidrap menggelar Rappang Run pada 1 Februari 2026.

Event olahraga tersebut berhasil menarik pelari dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Kehadiran peserta dari luar daerah berdampak pada meningkatnya aktivitas hotel, rumah makan, kafe, jasa transportasi, hingga pedagang kecil yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

Pada bulan yang sama, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga menggelar Festival Tani Ternak yang dirangkaikan dengan Hari Jadi Kabupaten Sidrap ke-682.

Festival tersebut menjadi ruang promosi sektor pertanian dan peternakan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Melalui festival itu, petani, peternak, pelaku usaha, penyedia sarana produksi, akademisi, hingga masyarakat dipertemukan dalam satu wadah kolaborasi.

Selain menjadi ajang pameran produk unggulan, festival juga menghadirkan edukasi mengenai teknologi pertanian, pengembangan bibit unggul, hingga perluasan akses pemasaran.

Harapannya, produktivitas pertanian dan peternakan terus meningkat sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Kabupaten Sidrap.

Upaya menggerakkan ekonomi juga dilakukan melalui sektor budaya.

Festival Simponi Kecaping 2026 yang berlangsung di Lapangan Andi Sulolipu, Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe menjadi salah satu contohnya.

Festival yang dihadiri Bupati Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah itu mempertemukan seniman lintas generasi dalam satu panggung budaya.

Tidak hanya diikuti peserta dari Sidrap, festival tersebut juga menghadirkan perwakilan dari Kabupaten Pinrang, Wajo, dan Maros sehingga memperluas kunjungan wisata budaya ke Sidrap.

Semakin banyak tamu yang datang berarti semakin besar pula peluang ekonomi yang dinikmati pelaku usaha lokal, mulai dari pedagang makanan, penyedia penginapan, jasa transportasi, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Memasuki Ramadan, pemerintah kembali menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui Saromase Ramadan Fair yang berlangsung pada 18 Februari hingga 19 Maret 2026 di kawasan Pelataran Monumen Ganggawa.

Puluhan stan UMKM menjual aneka kuliner berbuka puasa, makanan khas, produk fesyen, hingga kerajinan tangan.

Berbagai perlombaan seperti lomba patrol, lagu religi, bedug, da'i cilik, takbiran, kuis THR, dan hiburan religi turut menyedot kunjungan masyarakat setiap malam.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM yang selama ini berjualan di kawasan Monumen Ganggawa agar memiliki pasar yang lebih luas.

Memasuki April, Festival Nene' Mallomo kembali digelar untuk ketiga kalinya oleh Sanggar Seni Pajjoge Andino di Lapangan Usman Isa, Pangkajene.

Festival tersebut menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.

Pemerintah daerah menilai aktivitas seni memiliki dampak ekonomi karena mampu menghadirkan pengunjung, membuka peluang usaha masyarakat sekitar, dan memperkuat identitas budaya Sidrap sebagai daya tarik wisata.

Pada Mei hingga Juni 2026, Stadion Ganggawa menjadi pusat perhatian masyarakat Sulawesi Selatan melalui penyelenggaraan Sidrap Cup untuk pertama kalinya.

Turnamen sepak bola itu diikuti 24 klub dari berbagai daerah.

Kehadiran sejumlah pemain yang berkompetisi di Liga 1 Indonesia membuat pertandingan berlangsung meriah dan dipadati ribuan penonton hampir setiap laga.

Selama turnamen berlangsung, kawasan stadion dipenuhi pedagang kaki lima, pelaku UMKM, jasa parkir, hingga usaha kuliner yang menikmati peningkatan omzet dibandingkan hari biasa.

Kini, pada Juli 2026, Sidrap kembali menjadi pusat perhatian Sulawesi Selatan dengan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan VII.

Pembukaan Porsenijar, Kamis (2/7/2026), dipusatkan di Stadion Ganggawa, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae.

Sekitar 72.640 guru, peserta, ofisial, dan pendamping dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan diperkirakan hadir selama pelaksanaan kegiatan tersebut.

Jumlah itu menjadi potensi ekonomi yang besar karena kebutuhan akan penginapan, rumah makan, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga berbagai sektor jasa meningkat secara signifikan.

Deretan event yang digelar sepanjang tahun menunjukkan arah baru pembangunan Kabupaten Sidrap.

Pemerintah daerah tidak hanya ingin menjadikan Sidrap sebagai daerah penyelenggara kegiatan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dampak penyelenggaraan berbagai event tersebut mulai terlihat dari meningkatnya penerimaan pajak daerah, khususnya pada sektor perhotelan dan restoran yang menjadi indikator tingginya aktivitas ekonomi masyarakat.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan, penyelenggaraan event harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pemerintah terus membenahi kawasan publik, termasuk penataan lapak UMKM di sekitar Stadion Ganggawa agar lebih nyaman bagi pengunjung.

“Kalau tempat usahanya bersih, tertata, dan nyaman, masyarakat akan lebih senang datang. Semakin banyak pengunjung, semakin besar peluang pedagang memperoleh pendapatan," kata Syaharuddin Alrif.

"Itulah yang ingin kita dorong, yaitu pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari aktivitas masyarakat," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sidrap juga menggandeng Bank Sulselbar untuk memperluas penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital bagi pelaku UMKM.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempermudah transaksi, memperluas akses pembayaran non-tunai, meningkatkan pencatatan usaha, sekaligus mendorong pelaku UMKM naik kelas.

Rangkaian event yang berlangsung hampir tanpa jeda sepanjang tahun memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga, budaya, pendidikan, pertanian, hingga keagamaan bukan lagi sekadar agenda seremonial.

Di Sidrap, event telah menjadi instrumen pembangunan ekonomi yang menggerakkan sektor perdagangan, jasa, pariwisata, dan UMKM secara bersamaan.

Jika konsisten dilaksanakan setiap tahun, strategi ini berpotensi menjadikan Sidrap sebagai salah satu pusat ekonomi berbasis event di Sulsel.

Pajak Daerah Meningkat

Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Kabupaten Sidrap Andi Ifdhal Budi Wahyudi mengatakan, peningkatan penerimaan pajak daerah tidak lepas dari tingginya mobilitas masyarakat yang datang ke Sidrap mengikuti berbagai kegiatan sepanjang tahun.

"Target pendapatan dari sektor pajak tahun ini sebesar Rp26,8 miliar," ujar Ifdhal kepada Tribun-Timur.com.

"Hingga saat ini realisasinya sudah mencapai sekitar Rp14,3 miliar," jelasnya.

Ifdhal menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong capaian tersebut adalah banyaknya event yang menghadirkan peserta dan pengunjung dari luar daerah.

"Mereka menginap di hotel, makan di restoran, berbelanja, dan menggunakan berbagai jasa di Sidrap," kata Ifdhal.

"Aktivitas itu memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan pendapatan daerah," imbuhnya. (*)

Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.