TRIBUN-TIMUR.COM – Polri merenovasi makam Haji Makkah orangtua Komjen Pol (Purn) Moehammad Jasin.
Komjen Pol (Purn) Moehammad Jasin dikenal bapak Brimob Polri.
Moehammad Jasin meninggal usia 91 tahun di RS Polri Kramat Jati, 3 Mei 2012.
Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Berbeda dengan H Makkah ayah Moehammad Jasin dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Beroanging Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar.
Haji Makkah dikenal seorang saudagar atau pedagang kelontong yang berasal dari Bone, Sulawesi Selatan.
Ayahnya pernah merantau ke Buton (Baubau).
Renovasi makam H Makkah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara.
Rencana tersebut disambut hangat oleh pihak keluarga, diwakili oleh putri dan ponakan almarhum, Rubiyanti Jasin dan Ir Achmad Chaidir Nurdin.
Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian Polri terhadap jasa-jasa almarhum.
Renovasi makam sekaligus bentuk penghormatan kepada para tokoh yang telah berjasa membangun institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Keluarga Moehammad Jasin, Achmad Chaidir Nurdin, mengaku bersyukur atas renovasi makam H Makkah.
Perhatian yang diberikan Polri menjadi bukti bahwa pengabdian almarhum masih terus dikenang dan dihargai hingga saat ini.
"Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Polri atas renovasi makam almarhum," ujarnya.
Ini merupakan bentuk penghormatan yang sangat berarti bagi keluarga sekaligus menjadi penghargaan terhadap jasa beliau dalam sejarah kepolisian Indonesia.
Keluarga berharap renovasi makam dapat berjalan lancar sehingga menjadi tempat yang lebih layak bagi masyarakat, khususnya anggota Polri dan generasi muda, untuk mengenang perjuangan Moehammad Jasin dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun institusi kepolisian.
Renovasi ini juga sejalan dengan komitmen Polri untuk terus menghormati nilai-nilai perjuangan para pendahulu serta menanamkan semangat pengabdian kepada seluruh personel, terutama dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara.
Sebelumnya, Polri juga telah mengabadikan nama Moehammad Jasin melalui pendirian monumen di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan keteladanannya bagi generasi penerus Bhayangkara. (*)