Camp Pemuda Klasis Amarasi Selatan, Bupati Ajak Pemuda Miliki Iman Kuat dan Mental Petarung
Eflin Rote July 03, 2026 10:44 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Alexandro Novaliano Demon Paku

POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Sebanyak 500 pemuda dari 15 jemaat se-Klasis Amarasi Selatan mengikuti Camp Pemuda Klasis Amarasi Selatan yang dipusatkan di halaman Gereja Kefas Suit, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Kamis (2/7/2026).

Mengusung tema "Aku dan Gambar Diriku", kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda untuk menemukan jati diri di dalam Kristus, sekaligus memperkuat iman, karakter, dan kepemimpinan.

Membuka kegiatan tersebut, Bupati Kupang Yosef Lede mengajak para pemuda GMIT untuk memiliki iman yang kuat, semangat bekerja keras, serta mental petarung dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, masa depan Kabupaten Kupang berada di tangan generasi muda yang memiliki karakter tangguh dan tidak mudah menyerah.

"Anak muda harus dipacu dengan cara yang tidak biasa. Kita butuh pemuda GMIT yang hebat, pekerja keras, dan memiliki mental petarung. Jangan hanya besar dalam jumlah, tetapi harus besar dan kuat dalam persekutuan dengan Tuhan," tegas Yosef.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menggagas kegiatan tersebut sebagai ruang pembinaan bagi pemuda gereja agar mampu bertumbuh menjadi pribadi yang berkualitas dan siap menjadi pemimpin di masa depan.

Wakil Sekretaris Majelis Sinode Harian GMIT, Pdt. Zimrat Karmany, mengatakan pemuda merupakan kekuatan utama yang menentukan masa depan gereja maupun pemerintah. Karena itu, menurutnya, seluruh potensi generasi muda harus terus dikembangkan.

"Tanpa pemuda, gereja dan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Hidupkan dan kembangkan potensi mereka karena merekalah calon pemimpin masa depan. Jika pemuda bergerak, gereja bisa bernapas lega," ujarnya.

Baca juga: Kawal Kunjungan Seruni KMP di Kabupaten Kupang, PLN Pastikan Listrik Andal untuk Kesejahteraan

Sementara itu, Ketua Pemuda GMIT, Erens Blegur, mengapresiasi Klasis Amarasi Selatan yang dinilai berhasil menyelenggarakan camp pemuda meski merupakan klasis termuda.

Ia juga mengingatkan pentingnya gereja beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan karakter generasi muda saat ini.

"Gereja dituntut adaptif terhadap digitalisasi. Berkarya di organisasi pemuda bukan soal usia, melainkan soal kerelaan memberi diri. Yang terpenting adalah seberapa berkualitas hidup kita," katanya.

Ia menambahkan, Pemuda GMIT sedang menyiapkan program camp pemuda terbesar di Kabupaten Kupang serta Wisata Paskah terbesar di NTT sebagai bagian dari penguatan pelayanan kepada generasi muda.

Ketua Panitia Camp Pemuda Klasis Amarasi Selatan, Saman Feni, berharap seluruh peserta mampu membawa perubahan positif setelah mengikuti kegiatan tersebut.

"Target kita jelas, pulang dari camp ini pemuda harus menghasilkan buah, bertumbuh, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Mari bersama-sama menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik," ujarnya.

Pembukaan Camp Pemuda Klasis Amarasi Selatan turut dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, KMK Amarasi Selatan, KMK Amfoang Selatan, para pendeta se-Klasis Amarasi Selatan, pimpinan OPD Kabupaten Kupang, Kapolsek Amarasi, Sat Radar Buraen, Camat Amarasi Selatan, lurah, kepala desa, serta pengurus UPP Klasis Amarasi Selatan. (nov)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.