BWSS III Palu Kerahkan Alat Berat Tangani Tiga Titik Rawan Sungai Kamarora Sigi
Regina Goldie July 03, 2026 12:29 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III menurunkan alar berat sebagai penanganan darurat banjit di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki Kabupaten Sigi.

Langkah tersebut dilakukan menyusul tingginya sedimentasi yang memicu luapan sungai dan mengancam permukiman warga di tiga titik rawan.

Penanganan dilakukan melalui normalisasi sungai dengan pengerukan sedimen menggunakan alat berat, pembangunan tanggul di sisi kiri dan kanan sungai.

Serta pemasangan bronjong pada lokasi yang mengalami gerusan. Upaya ini bertujuan mengembalikan kapasitas aliran Sungai Kamarora.

Agar mampu menampung debit air saat hujan berintensitas tinggi sekaligus meminimalkan risiko banjir.

Baca juga: Terungkap, Penganiayaan Warga Palu oleh Anggota TNI Berawal dari Perselisihan Gadai Motor

Pada titik pertama, BWSS III Palu telah memulai pekerjaan normalisasi di kawasan free intake Sungai Kamarora yang mengalami penumpukan sedimen.

Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai berubah saat debit air meningkat hingga menghantam dinding di sekitar permukiman warga.

Penanganan dilakukan melalui pengerukan sedimen dan pembentukan tanggul di sisi kiri maupun kanan sungai agar aliran air kembali terkendali.

Sementara di titik kedua, banjir mengakibatkan gerusan pada lahan di sekitar permukiman warga. Untuk mengatasi kondisi tersebut, BWSS III Palu akan melakukan normalisasi sungai.

Sekaligus memasang bronjong sepanjang sekitar 150 meter sebagai pengaman tebing, disertai pembangunan tanggul di kedua sisi sungai guna mencegah erosi yang lebih luas.

Adapun di titik ketiga, sedimentasi yang terus meningkat di sekitar jembatan menyebabkan kapasitas sungai berkurang sehingga air meluap hingga melewati badan jembatan saat hujan deras.

Baca juga: CV Anugerah Perdana Perkuat Kolaborasi dengan Disnakertrans Sulteng, Perluas Akses Lowongan Kerja

Kondisi tersebut akan ditangani melalui normalisasi sungai dengan pengerukan sedimen agar aliran air kembali lancar dan mampu menampung debit air saat musim hujan.

Dalam penanganan darurat ini, BWSS III Palu mengerahkan dua unit excavator, yakni PC 75 dan PC 200, serta menyiapkan material bronjong untuk mendukung pekerjaan di lapangan.

Melalui langkah tersebut, diharapkan ancaman banjir di Desa Kamarora B dapat diminimalkan sekaligus melindungi permukiman warga, infrastruktur, dan aktivitas masyarakat dari dampak luapan Sungai Kamarora. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.