Pokdarwis Tanjung Karang Keluhkan Pengunjung Loang Baloq yang Suka Nyampah
Laelatunniam July 03, 2026 01:19 PM

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM -  Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, menyoroti rendahnya kesadaran lingkungan para pengunjung destinasi wisata Pantai Loang Baloq.

Ironisnya, perilaku buruk membuang sampah sembarangan ini justru kerap dilakukan oleh wisatawan yang secara penampilan terlihat mapan dan perlente.

Ketua Pokdarwis Tanjung Karang, Tamrin Ringgit, mengungkapkan kekesalannya terhadap kontradiksi gaya hidup para pengunjung tersebut.

Menurutnya, status sosial atau gaya berpakaian seseorang sama sekali tidak menjamin kedewasaan mereka dalam menjaga kebersihan tempat wisata.

"Karakter orang-orang ini, walaupun misalnya dia punya penampilan necis, kemudian sepatu dari kulit buaya, tapi itu tidak menjadi ukuran dia taat untuk membuang sampah pada tempatnya," ujar Tamrin dalam Podcast Tribun Lombok belum lama ini.

Padahal, pihak Pokdarwis telah menyediakan pusat informasi di sekretariat yang tidak henti-hentinya memberikan imbauan kepada para pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan Taman Wisata Loang Baloq.

Selain dipicu oleh perilaku buruk pengunjung, kawasan wisata peraih Juara 1 Nasional Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) ini juga menjadi 'korban' abadi dari sampah kiriman. Tamrin menyebut sampah ini sebagai masalah klasik sejak objek wisata tersebut mulai beroperasi pada tahun 2008.

Posisi pesisir Tanjung Karang berada di wilayah hilir yang menjadi muara pertemuan dua aliran sungai besar, yaitu Kali Unus dan Sungai Bernyok.

"Aliran sungai itu mengalirkan sampah dari hulu ke hilir lalu terbuang ke laut. Karena laut tidak menerima, sampah-sampah itu dibuang lagi oleh gelombang ke daratan. Itu yang selalu kami bersihkan," papar Tamrin.

Kondisi ini akan berlipat ganda menjadi sangat parah ketika intensitas curah hujan di daerah hulu sedang tinggi, sehingga volume sampah yang terbawa ke pesisir Loang Baloq menjadi luar biasa banyak.

Menyikapi kepungan sampah dari hulu dan hilir tersebut, Lurah Tanjung Karang, Haji Ahmad Gunawan, menyatakan bahwa pihak kelurahan tidak tinggal diam. Sejak menjabat pada tahun 2021, dirinya rutin menggerakkan aksi gotong royong pembersihan pantai minimal dua kali dalam sebulan.

Upaya ini bertumpu pada kolaborasi masif dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Kecamatan Sekarbela, Satgas Dinas Pariwisata, staf kelurahan, hingga personel Linmas. Beruntung, pada akhir pekan, banyak komunitas pemuda di Mataram yang ikut turun tangan membantu.

Pemerintah daerah bahkan sempat membuat inovasi unik untuk memantik semangat warga dengan menyelenggarakan lomba mengumpulkan sampah.

"Pak Kadis beberapa kali melombakan itu. Peserta yang berhasil mengumpulkan bobot sampah terberat akan keluar menjadi juara dan diberikan hadiah," kata Ahmad Gunawan.

Melalui penanganan sampah yang konsisten dan rencana penataan pos pengamanan bersama (Tourism Security) di depan gerbang taman, pihak kelurahan dan Pokdarwis optimis wajah pariwisata Tanjung Karang akan semakin rapi dan siap menyambut kalender event tahunan seperti perayaan Lebaran Topat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.