Iran Murka! Jet Tempur AS Masuk Selat Hormuz, Ancam Beri Respons Cepat dan Tegas jika Langgar Batas
Aura Dewi Arafuru July 03, 2026 01:42 PM

- Militer Iran melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat setelah jet tempur dan drone AS kembali terbang di atas Selat Hormuz.

Iran menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil tindakan, apabila terjadi campur tangan maupun ancaman terhadap wilayah yang diklaim sebagai bagian dari kedaulatannya.

Peringatan itu disampaikan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada Kamis (2/7).

Dalam pernyataannya, Iran menilai kehadiran jet tempur dan drone AS telah mengganggu keamanan di Selat Hormuz.

Menurut Iran, aktivitas militer tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia.

Teheran pun meminta AS menghentikan segala bentuk aktivitas yang dinilai dapat mengancam stabilitas kawasan.

Iran juga menegaskan tidak akan tinggal diam apabila terjadi intervensi maupun agresi dari militer AS atau negara-negara pendukungnya.

Setiap bentuk campur tangan, menurut Iran, akan dibalas dengan respons yang cepat dan tegas.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya bahkan menyebut Selat Hormuz sebagai wilayah kedaulatan Republik Islam Iran.

Karena itu, keamanan di jalur pelayaran tersebut disebut sebagai batas yang tidak boleh dilanggar oleh pihak mana pun.

Selain memperingatkan AS, Iran juga kembali mengingatkan seluruh kapal tanker minyak dan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Semua kapal diwajibkan mengikuti jalur pelayaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah Iran.

Iran memperingatkan bahwa kapal yang mengabaikan aturan navigasi dapat menghadapi tindakan langsung dari angkatan bersenjata Iran.

Menurut Teheran, kepatuhan terhadap jalur pelayaran diperlukan untuk menjaga keamanan di kawasan.

Ketegangan ini terjadi ketika Iran dan AS masih menjalani proses diplomatik.

Sebelumnya, kedua negara telah mencapai nota kesepahaman pada 18 Juni.

Kesepakatan itu mencakup usulan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.

Nota tersebut juga memuat pembahasan mengenai pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.

Selain itu, kedua pihak membahas pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh.

Hingga kini, negosiasi teknis masih terus berlangsung.

Pembahasan juga mencakup upaya mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran.

Proses diplomatik tersebut dimediasi oleh Qatar dan Pakistan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.