TRIBUNJAKARTA.COM , SETIABUDI - Aksi komplotan pencopet di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, viral di media sosial.
Para pelaku dinarasikan mengambil dompet seorang warga negara asing (WNA) yang melintas di trotoar LRT Setiabudi.
Salah satu pelaku terekam kamera warga di sekitar lokasi kejadian.
Pelaku yang mengenakan jaket hoodie berwarna hitam terlihat sedang berjalan kaki dan tampak gelisah memperhatikan kondisi di sekitarnya.
Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Riyanto mengatakan, pihaknya sudah memeriksa ke tempat kejadian perkara untuk mencari petunjuk tentang ciri-ciri pelaku.
"Anggota patroli memutar disitu. Anggota buser sedang mencari pelaku dengan ciri-ciri yang menggambarkan perekaman video," kata Riyanto, Jumat (3/7/2026).
Sementara itu, Riyanto menuturkan bahwa WNA yang menjadi korban pencopetan belum membuat laporan polisi.
Meski demikian, ia bermaksud tetap berupaya mencari korban dan mengidentifikasi para pelaku.
"Kita sudah minta video yang merekam. Cuma korban belum teridentifikasi dan belum membuat laporan. Karena ini copet, mungkin dia tidak sadar kalau barangnya diambil," ujar Kapolsek.
Kapolsek Metro Setiabudi, AKBP Riyanto mengatakan, anggotanya telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengidentifikasi korban.
Hingga kini, korban belum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Setiabudi.
"Anggota cek TKP dan cari tahu identitas korban," ujar Riyanto, saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).
Berdasarkan informasi yang beredar, korban kehilangan dompet saat berjalan kaki di trotoar dekat Stasiun LRT Setiabudi dan tangga penyeberangan.
Aksi tersebut sempat direkam warga dan videonya beredar di media sosial.
Polisi juga mengumpulkan rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi untuk mengungkap pelaku.
Namun, kendalanya adalah identitas korban dan bukti visual yang minim.
Meski begitu, Polsek Metro Setiabudi menyatakan tetap melakukan pendalaman terhadap profil pelaku.
Riyanto mengimbau korban segera membuat laporan polisi guna mempermudah proses penyelidikan.
"Untuk korban belum buat laporan. Dan kami sudah minta video yang ngerekam," tuturnya.
Masyarakat yang mengetahui adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) juga diimbau melapor melalui layanan Polri 110.
"Korban belum teridentifikasi dan belum membuat laporan. Dia enggak sadar kalau barangnya diambil," kata AKBP Riyanto
Baca juga: DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2000 Demi Lihat Kondisi Riil Warga
Baca juga: Pramono Luncurkan Sistem Prediksi Polusi Udara Jakarta, Warga Bisa Cek Kondisi Tiga Hari ke Depan
Baca juga: Setiap Hari 4 Juta Orang Serbu Jakarta, Gubernur Pramono Sebut Arus Komuter Jadi Biang Kemacetan