SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Langkah kaki Walikota Palembang, Ratu Dewa, mendadak tertahan pada Jumat (3/7/2026) siang.
Di hadapannya, akses jalan menuju sebuah rumah di kawasan 26 Ilir terputus akibat jembatan yang roboh.
Di bawahnya, aliran dam sungai yang dipenuhi tumpukan sampah menyebarkan aroma menyengat.
Namun, rintangan fisik itu tidak menyurutkan langkahnya.
Demi menemui seorang warganya yang terbaring tak berdaya, orang nomor satu di Kota Palembang ini nekat merayap.
Jemarinya berpaut erat pada dinding beton dam sungai, melangkah perlahan dan hati-hati agar tidak terperosok, demi menjangkau sebuah rumah panggung kayu yang sudah lapuk.
Di dalam rumah sederhana itulah, Ibu Wet, seorang ibu dengan lima anak, menghabiskan hari-harinya di atas tempat tidur. Tubuhnya digerogoti penyakit stroke.
Saat Ratu Dewa berhasil masuk ke dalam rumah, suasana mendadak haru.
Sang walikota langsung duduk di dekat pembaringan dan berbincang dengan anak-anak Ibu Wet yang setia merawat sang ibu.
"Pertama sakitnya tahun 2024, Pak. Dan yang kedua baru-baru ini," kata salah seorang anak Ibu Wet, menceritakan runtutan kemalangan yang menimpa ibunda mereka kepada Ratu Dewa.
Melihat kondisi Ibu Wet yang memprihatinkan dan akses rumah yang sulit, Ratu Dewa langsung menawarkan solusi medis yang konkret.
Beliau meminta izin kepada pihak keluarga agar Ibu Wet bisa segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
"Kalau Ibu dan adek-adek oke, nanti kita langsung bawa Ibu ke RSUD Bari Palembang agar mendapat perawatan intensif," ujar Ratu Dewa menawarkan.
Kunjungan siang itu tidak hanya membawa angin segar bagi kesembuhan Ibu Wet, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.
Menyaksikan sendiri betapa buruknya infrastruktur di sana, Ratu Dewa langsung menginstruksikan jajarannya untuk segera bertindak.
Jembatan penyeberangan yang roboh yang sempat memaksa sang walikota merayap di dinding dijanjikan akan segera diperbaiki.
Hal ini dilakukan agar keluarga Ibu Wet dan warga sekitar memiliki akses yang layak dan aman, terutama saat harus membawa Ibu Wet berobat jalan nantinya.
Tak hanya itu, pasukan kuning juga dikerahkan untuk membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran dam sungai di sekitar lokasi.
Sebagai pelipur lara, Ratu Dewa memastikan pemerintah kota akan membedah dan merenovasi rumah kayu yang ditinggali keluarga tersebut agar lebih layak huni.
Sebelum berpamitan, Ratu Dewa menyempatkan menasehati anak-anak Ibu Wet.
Di tengah badai ujian yang menimpa keluarga tersebut, ia memberikan suntikan moral dan pesan menyentuh hati agar mereka tidak menyerah dalam merawat orang tua.
"Kalian berdua bersabar ya, ini adalah pintu surga kalian. Seberapa kesal dan jengkel kita (saat merawat orang sakit), saya sangat berharap kalian tetap bersabar," ucap Ratu Dewa dengan nada dalam.