Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat di Sukoharjo Masih Berlangsung, Seleksi Ditarget Rampung Agustus 2026
Vincentius Jyestha Candraditya July 03, 2026 04:29 PM

Laporan Wartawam TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Rekrutmen tenaga pendidik tetap untuk Sekolah Rakyat di Sukoharjo, Jawa Tengah, masih berlangsung.

Guru yang lolos seleksi diperkirakan mulai bertugas pada September 2026, sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) pada masa transisi akan didukung oleh tenaga pengajar dari Dinas Pendidikan, atau disebut guru tamu.

Kepala Dinsos Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan rekrutmen guru tetap merupakan kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos) yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca juga: Alasan Sekolah Rakyat Prioritaskan Guru Lokal, Dinilai Lebih Pahami Karakter Siswa Sukoharjo

Saat ini proses seleksi masih berjalan dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

"Guru yang nantinya mengajar secara permanen di Sekolah Rakyat saat ini masih dalam proses rekrutmen. Informasinya seleksi selesai pada Agustus dan mereka mulai ditugaskan pada September," kata Yunia, Jumat (3/6/2026).

Meski guru tetap belum tersedia, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tetap akan dimulai sesuai jadwal pada 13 Juli 2026 selama lima hari.

Setelah MPLS, siswa akan mengikuti program matrikulasi sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara penuh.

Awalnya Akan Libatkan Guru Tamu dari Sekolah di Sukoharjo

Yunia menjelaskan, pada masa transisi Juli hingga Agustus sebelumnya direncanakan akan melibatkan guru tamu dari sekolah-sekolah di Sukoharjo.

Dinsos bahkan telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah untuk menyiapkan tenaga pengajar tingkat SMA.

Namun, rencana tersebut berubah setelah Dinsos menerima surat dari Kemensos.

Baca juga: Peminat Jenjang SD di Sekolah Rakyat di Sukoharjo Masih Rendah, Cak Imin Minta Jadi Bahan Evaluasi

Dalam surat tersebut dijelaskan Sekolah Rakyat Kabupaten Sukoharjo untuk sementara belum memerlukan guru tetap karena kebutuhan tenaga pengajar masih dapat dipenuhi oleh guru dari Sekolah Rakyat rintisan yang berada di Kota Solo.

"Awalnya kami menyiapkan guru tamu dari guru-guru Dinas Pendidikan Sukoharjo sesuai arahan. Tetapi, kemudian menerima surat dari Kemensos yang menyatakan saat ini belum diperlukan guru tetap, karena guru dari Sekolah Rakyat rintisan di Solo masih mencukupi untuk mendampingi proses transisi hingga kegiatan belajar mengajar berjalan," ujarnya.

Menurut Yunia, para guru dari Sekolah Rakyat rintisan tersebut akan mendampingi proses pembelajaran hingga guru tetap hasil rekrutmen mulai bertugas pada September mendatang.

Baca juga: Terungkap! Guru Sekolah Rakyat di Sukoharjo Tak Pulang ke Rumah, Wajib Tinggal di Asrama

Ia menambahkan, sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school.

Karena itu, para guru yang mengajar juga harus siap mengikuti sistem berasrama dan mendampingi peserta didik selama menjalankan proses pendidikan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.