TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Ruas jalan Kota Tanjungpinang - Tanjunguban, KM 16, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), lokasi kecelakaan maut di Bintan pada Jumat (3/7/2026) siang tak seramai seperti biasanya.
Meski begitu, pengendara yang melintas pada umumnya menoleh ke arah sisi jalan tepat di depan Mr DIY Bintan.
Dua pengendara motor terlibat lakalantas di Bintan, hingga seorang pria dilaporkan tewas di lokasi kejadian.
Pengendara yang melintas penasaran dengan dengan lokasi itu pasca kecelakaan maut di Bintan itu.
Wartawan TribunBatam.id, Ronnye Lodo Laleng dari lokasi kejadian melaporkan, Dari hasil pantauan Tribun Batam.id, jalan itu tidak rata. Ada sejumlah tambalan aspal yang cukup panjang.
Sejumlah kerikil kecil menghiasi permukaan aspal tepat di lokasi tabrakan.
Jalan itu memang sebelumnya sering ditambal.
Di atas aspal terlihat bekas darah kental yang cukup banyak.
Sejumlah pengendara yang melintas mengaku waswas di jalan tersebut.
"Saya harus hati-hati sekali karena pengendara yang melintas pada umumnya dalam kecepatan tinggi," ucap seorang pengendara sepeda motor, Heni, Jumat (3/7/2026).
Dia mengaku sudah beberapa pengendara yang terjatuh di lokasi ini.
"Jalan ini memang sering rusak. Beberapa kali ditambal namun rusak lagi," katanya.
Seperti kualitas aspalnya kurang bagus, sehingga setiap kali hujan pasti rusak lagi.
Jalan itu menghubungkan beberapa lokasi penting di Bintan dan Tanjungpinang.
"Ini merupakan jalan utama Tanjungpinang ke Bintan. Seharusnya jalannya harus mulus," kata dia.
Beberapa waktu lalu, seorang pengendara terjatuh di titik yang sama.
Ia diketahui terjatuh akibat ngebut.
Beruntung tidak ada korban jiwa saat kejadian itu.
Dengan adanya beberapa insiden itu, Heni berharap Pemerintah Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau lebih memperhatikan jalan itu.
Kecelakaan maut di Bintan tersebut membuat warga dan pengendara makin cemas, khususnya yang biasa melintasi jalan itu.
Mereka tak ingin kecelakaan itu terjadi lagi. Karena sudah beberapa kali terjadi kecelakaan.
Seorang warga Toapaya, Warso mengaku dirinya takut melewati jalan itu pasca tabrakan.
"Saya kalau mau pulang ke rumah dari arah Tanjungpinang pasti lewat jalan ini, seram aja jalan itu kalau malam," katanya.
Disinggung soal kecelakaan tadi malam, dia mengaku baru mengetahui tadi pagi.
“Saya baru tahu di medsos tadi pagi," kata dia.
Kecelakaan maut di Bintan ini sebelumnya sempat viral di medsos.
Lokasi lakalantas di Bintan itu terjadi di Jalan Tanjunguban- Tanjungpinang, KM 16, Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekira pukul 22.50 WIB.
Insiden maut ini melibatkan dua sepeda motor masing-masing, Honda Supra X 125 BP 3829 TP dengan Honda Scoopy BP 3518 TI.
Seorang saksi mata, Abdul mengaku saat kejadian arus lalu lintas kendaraan sedang lengang.
"Kedua kendaraan itu sama-sama datang dari Tanjungpinang hendak menuju ke Bundaran KM 16," kata Abdul, Jumat (3/7/2026).
Kedua pengendara itu hanya sendiri saja, mereka tidak membawa penumpang.
Saat tiba dilokasi tepat di depan Mr. DIY, pengendara Honda Supra menabrak motor Honda Scoopy dari belakang.
"Kedua pengendara terpelanting jatuh ke aspal. Pengendara Supra langsung meninggal di lokasi, sementara pengendara Scoopy alami luka-luka," katanya.
Korban meninggal adalah seorang pria dewasa, yang belum diketahui identitasnya.
"Korban masih menggunakan tas. Sepertinya baru pulang kerja," akunya.
Korban terbaring di lokasi cukup lama, kurang lebih 1 jam, baru di evakuasi ke RSUD RAT Tanjungpinang menggunakan mobil ambulans.
Kedua sepeda motor tersebut alami kerusakan di bagian depan dan samping.
Kapolres Bintan, AKBP Argya Satrya Bhawana, S.H., S.I.K melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Bintan, Ipda Teddy Maher Hartanta membenarkan adanya peristiwa itu.
"Saat ini kita masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut," kata Teddy.
Dua sepeda motor itu sudah diamankan di Mapolres Bintan, untuk proses lebih lanjut.
"Nanti kami sampaikan update selanjutnya. Baik kronologi maupun identitas korban," katanya singkat. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)