Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Suara dentuman keras berulang tidak hanya memecah keheningan pagi buta, namun juga membuat deretan warung Pedagang Kaki Lima (PKL) di pinggir timur akses Jembatan Suramadu sisi Madura, di Desa Masaran, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura, bergetar, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Kerasnya suara dentuman sebanyak lebih dari tiga kali itu membuat sejumlah PKL bergegas keluar lapak untuk memastikan sumber suara.
Pandangan beberapa pemilik lapak sedikit terganggu dengan kepulan debu yang membumbung di seberang jalan atau di jalur sebaliknya, akses sisi barat tujuan Madura, tepatnya di Desa/Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.
"Tenda warung ini sampai bergetar, saya pikir ada gempa. Ternyata setelah keluar, terjadi kecelakaan. Kendaraan-kendaraan dari yang melintas mulai melambat dan berhenti," ujar Rohmah, PKL di akses Suramadu yang lapaknya berjarak sekitar 75 meter dari lokasi kejadian.
Tragedi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) melibatkan lima unit kendaraan, terdiri dari bus nopol M 7537 UA, mobil Toyota Avanza, sepeda motor, truk boks, dan truk Fuso.
Pengendara sepeda motor bersama penumpang yang diduga pasangan suami istri (pasutri) asal Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca juga: Sopir Bus Rombongan Santri Tak Tidur 2 Hari sebelum Kecelakaan di Suramadu yang Tewaskan Pasutri
Keterangan awal yang dirangkum dari Polsek Burneh, tragedi laka lantas berawal ketika bus sarat muatan keluarga santri itu melaju dari arah Surabaya tujuan Madura menyeruduk mobil Toyota Avanza warna putih.
Laju bus tidak terhenti dan terus menyeruk tiga kendaraan di depannya; sepeda motor, kendaraan truk boks yang mengakibatkan tubuh truk terpelanting, berputar arah, hingga terguling dengan posisi melintang di tengah akses.
Bus baru terhenti setelah menyeruduk bagian belakang truk Fuso.
Dua kendaraan besar itu terhenti di sisi kanan jalan dekat median akses Suramadu.
"Kendaraan bus setelah menabrak Toyota Avanza masih melaju sejauh sekitar 150 meter. Dua orang meninggal dunia, untuk data lengkap korban-korban luka ringan masih kami kumpulkan," ujar Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan, Ipda Jauhari di sela menunggu proses evakuasi truk boks dari tengah akses Suramadu.
Baca juga: Breaking News: 5 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Akses Suramadu Bangkalan, 2 Orang Tewas
Kapolsek Burneh, Iptu Herly, mengatakan, sebelum kecelakaan terjadi, sopir bus tidak tidur selama dua hari.
Hal itu diduga memicu kecelakaan maut di Bangkalan.
"Sopir bus dua hari tidak tidur. Data sementara, korban luka ringan sejumlah tujuh orang, terdiri dari satu sopir truk boks dan enam orang dari keluarga santri," jelas Herly.
Baca juga: Kecelakaan di Lamongan, Truk Trailer Peti Kemas Melintang di Tengah Jalan, Lalu Lintas Tersendat
Keterangan yang dihimpun dari sopir truk, lanjutnya, kendaraan bus berjumlah total tujuh unit bertolak dari Kabupaten Sumenep pada Kamis (2/7/2026) untuk mengantarkan santri ke Sukorejo, Situbondo.
"Setelah para santri turun dari bus, tujuh unit kendaraan bus kembali ke Madura. Empat bus dalam keadaan kosong penumpang dan tiga bus lainnya bermuatan keluarga santri, satu bus di antaranya terlibat laka lantas," papar Herly.