FIFA Jelaskan Alasan Gol Josko Gvardiol Dianulir, Sensor dalam Bola Jadi Penentu
Dwi Setiawan July 03, 2026 05:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kontroversi yang mewarnai kemenangan Portugal atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Gol penyama kedudukan Kroasia pada masa perpanjangan waktu dianulir setelah teknologi Connected Ball atau sensor yang tertanam di dalam bola pertandingan mendeteksi adanya sentuhan yang memicu posisi offside.

Portugal memastikan diri lolos ke babak 16 besar usai mengalahkan Kroasia 2-1.

Sempat tertinggal lewat gol Ivan Perisic pada menit ke-53, Portugal bangkit melalui penalti Cristiano Ronaldo sebelum Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan pada menit ke-94.

SELEBRASI LOKAL 2026 - Kumpulan bendera negara yang ikut Piala Dunia 2026 di Museum TitikNol Pasoepati, Jln. Kolonel Sugiyono 37, Nayu Timur, Nusukan, Solo, Jawa Tengah pada Rabu, 10 Juni 2026.
SELEBRASI LOKAL 2026 - Kumpulan bendera negara yang ikut Piala Dunia 2026 di Museum TitikNol Pasoepati, Jln. Kolonel Sugiyono 37, Nayu Timur, Nusukan, Solo, Jawa Tengah pada Rabu, 10 Juni 2026. (Tribunnews.com/TribunVideo/Akmal Khoirul Habib)

Namun, drama terbesar justru terjadi pada menit ke-103.

Bek Kroasia, Josko Gvardiol, sempat membobol gawang Diogo Costa dan membuat para pemain Kroasia merayakan gol penyeimbang.

Akan tetapi, wasit asal Norwegia, Espen Eskas, menganulir gol tersebut setelah meninjau insiden melalui Video Assistant Referee (VAR).

Keputusan itu memicu kebingungan karena tayangan ulang televisi tidak menunjukkan secara jelas apakah Igor Matanovic benar-benar menyentuh bola sebelum Mario Pasalic menerima umpan.

Apabila Matanovic memang melakukan sentuhan, maka Pasalic berada dalam posisi offside ketika memberikan assist kepada Gvardiol.

Sebaliknya, jika tidak ada sentuhan, gol seharusnya dinyatakan sah karena bola terlebih dahulu mengenai pemain Portugal, Renato Veiga.

Terlepas dari itu, tersingkirnya Kroasia membenarkan keraguan seorang Football Enthusiast, Gigih.

"Skuad Kroasia itu kan mayoritas hampir sama dengan edisi sebelumnya. Tapi saya rasa peluang Kroasia cukup berat. Apalagi sebelumnya Kroasia mampu menembus final karena waktu itu berada di bracket yang mudah," ucap Football Enthusiast, Gigih, saat berbincang di Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews, Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: Alasan Roberto Martinez Tarik Cristiano Ronaldo saat Portugal atasi Kroasia, Karena Lutut Berdarah?

FIFA Beberkan Alasan Anulir Gol

FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut didasarkan pada data dari teknologi Connected Ball yang digunakan sepanjang Piala Dunia 2026.

Melalui pernyataan resminya, FIFA menjelaskan bahwa sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang tertanam di dalam bola Adidas Trionda mendeteksi adanya kontak dari Matanovic.

Data tersebut menjadi bukti bahwa terjadi sentuhan sebelum bola diterima Pasalic, sehingga posisi offside dapat dipastikan.

"Menurut data yang diberikan oleh Teknologi Bola Terhubung yang terdapat di dalam bola Adidas Trionda, bola pertandingan resmi Piala Dunia FIFA, terbukti bahwa kontak terjadi oleh Igor Matanovic dari Kroasia dalam proses terciptanya gol melawan Portugal, sehingga memungkinkan wasit untuk secara tepat menentukan offside dan membatalkan gol tersebut," tulis FIFA di X.

FIFA juga menjelaskan bahwa sensor IMU mampu mendeteksi sentuhan sekecil apa pun yang tidak selalu dapat terlihat melalui tayangan kamera.

"Sensor IMU yang terpasang di dalam bola Trionda mampu mendeteksi kontak sekecil apa pun, yang ditampilkan kepada pemirsa dalam siaran sebagai 'grafik detak jantung', dan memungkinkan para wasit mendapatkan data yang belum pernah ada sebelumnya untuk membuat keputusan yang cepat dan akurat," lanjut pernyataan tersebut.

Meski demikian, keputusan tersebut tetap menuai perdebatan di media sosial.

Sejumlah pendukung mempertanyakan alasan wasit masih dipanggil ke monitor VAR apabila sensor bola sudah memberikan bukti adanya sentuhan.

FIFA menjelaskan bahwa peninjauan VAR bukan untuk memastikan sentuhan Matanovic, melainkan mengevaluasi apakah Renato Veiga melakukan tindakan sengaja memainkan bola setelah pantulan tersebut.

Jika Veiga dianggap sengaja memainkan bola, maka posisi offside Pasalic tidak berlaku dan gol Kroasia seharusnya disahkan.

Setelah meninjau berbagai sudut tayangan, Espen Eskas memutuskan Veiga tidak melakukan upaya sengaja memainkan bola, sehingga keputusan offside tetap berlaku dan gol Gvardiol dianulir.

Keputusan itu memastikan Portugal mempertahankan keunggulan 2-1 hingga akhir laga sekaligus mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Di babak 16 besar, Portugal akan menghadapi Spanyol di Stadion Dallas, Selasa (7/7) pukul 02.00 WIB, yang akan menjadi Derbi Iberia sekaligus salah satu pertandingan paling dinanti di Piala Dunia 2026.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.