Lewat PKM, UNCP Transfer Teknologi Mesin Forward-Reverse untuk Tingkatkan Pascapanen Rumput Laut
Sakinah Sudin July 03, 2026 06:07 PM

Citizen Reporter: Abdul Rais

Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Cokroaminoto Palopo, 

melaporkan dari  Kabupaten Luwu 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) sukses menggelar program pengabdian masyarakat di sektor pesisir.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), tim mentransfer teknologi tepat guna berupa Mesin Penarik dan Perontok Rumput Laut Otomatis Berbasis Forward-Reverse guna membantu petani di Desa Bassiang Timur, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan pesisir ini dihadiri langsung oleh para petani yang tergabung dalam Kelompok Pasampa Katonik, aparat pemerintah desa, serta tim pelaksana dari UNCP.

Tim PKM UNCP ini dipimpin oleh Abdul Rais, S.Si., M.Ling selaku Ketua Tim.

Beranggotakan Baso Ali, S.Pd., M.P, dan Safwan Kasma, S.Kom., M.Pd, serta melibatkan kontribusi aktif dari mahasiswa.

Rontokkan Rumput Laut Langsung di Atas Perahu

Inovasi utama dari mesin ini terletak pada kemampuannya untuk memisahkan rumput laut langsung dari tali budidaya saat petani masih berada di atas perahu.

Dengan metode konvensional, petani biasanya harus membawa seluruh hasil panen beserta talinya ke darat atau ke rumah terlebih dahulu untuk dirontokkan secara manual.

Melalui sistem kerja mesin yang praktis ini, petani cukup menarik tali rumput laut menggunakan bantuan mesin. Rumput laut akan langsung terlepas dan terkumpul secara terpisah di atas perahu.

Sistem forward-reverse (maju-mundur) otomatis yang disematkan pada mesin ini juga memungkinkan proses penarikan bekerja dua arah secara efisien tanpa perlu memutar alat secara manual.

Keunggulan Utama Mesin Perontok Otomatis

Mesin yang didesain tangguh untuk lingkungan pesisir ini membawa sejumlah keunggulan teknis, antara lain:

  • Sistem forward-reverse otomatis, memudahkan proses penarikan tanpa harus memutar alat secara manual.
  • Desain ergonomis, sehingga mudah dioperasikan oleh masyarakat.
  • Efisiensi waktu dan tenaga, karena proses penarikan dan perontokan dilakukan dalam satu rangkaian kerja.
  • Konstruksi kuat dan tahan lingkungan pesisir, cocok digunakan dalam kondisi lapangan.

Selain menggenjot produktivitas, kehadiran teknologi ini membawa dampak positif yang sangat signifikan bagi keselamatan kerja.

Selama ini, para petani rumput laut sering mengalami cedera robek atau luka di tangan akibat terkena cangkang kerang tiram tajam yang menempel di tali budidaya.

Luka-luka tersebut kerap memicu infeksi dan mengganggu kesehatan petani.

Dengan mesin otomatis ini, kontak langsung tangan petani dengan tali dan organisme tajam dapat diminimalkan secara drastis.

Proses pemisahan di atas perahu membuat risiko kecelakaan kerja jauh lebih rendah, karena petani tidak lagi memegang dan menghela tali berat secara manual dalam jumlah besar.

Dengan demikian, inovasi alat ini tidak hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, tetapi juga menghadirkan sistem kerja yang lebih praktis, aman, dan efisien bagi masyarakat pesisir.

Manfaat Ekonomi bagi Petani

Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.

Tim pelaksana juga melaksanakan kegiatan melalui:

  • Pelatihan penggunaan dan perawatan alat berupa mesin penarik dan perontok rumput laut otomatis
  • Pendampingan teknis kepada kelompok masyarakat dalam menggunakan mesin penarik dan perontok rumput laut otomatis
  • Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat mampu menghadirkan solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga melindungi keselamatan kerja petani rumput laut. (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.