TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta menggencarkan program pilah sampah dari sumbernya dan menargetkan jumlah sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang bisa ditekan hingga hanya tersisa 20-25 persen dari kondisi saat ini.
Target keinginan itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 sekaligus gerakan pengelolaan sampah di Balai Kota DKI Jakarta.
Pramono mengatakan, penanganan sampah menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional.
“Kalau kemudian kita sudah bisa di titik tengah residu yang diangkut ke tempat sampah itu kurang lebih di bawah 25 atau 20 persen, sebenarnya itulah ukuran untuk Jakarta penanganan sampahnya menjadi lebih baik,” ucapnya, Jumat (3/7/2026).
Pramono mengungkapkan, saat ini neraca sampah Jakarta masih mencapai rata-rata 9.000 ton per hari.
Oleh karena itu, Pemprov DKI terus berupaya melakukan berbagai upaya agar sampah yang dibuang ke Bantargebang bisa semakin berkurang.
Menurutnya, pengurangan sampah akan dilakukan melalui berbagai program, mulai dari gerakan pilah sampah, pengoperasian fasilitas pengolahan sampah hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah.
“Selain membangun pembangkit listrik tenaga sampah, kemudian RDF Rorotan dan juga RDF Bantargebang dijalankan dan juga pembangkit untuk bahan bakar.
Sehingga dengan gerakan-gerakan ini akan kami teruskan, mudah-mudahan neraca sampah yang sekarang terakhir di Jakarta rata-rata 9.000 per hari bisa teratasi,” ujarnya.
Pramono mengaku terkejut melihat tingginya antusiasme masyarakat terhadap program pilah sampah yang digencarkan Pemprov DKI.
“Yang saya kaget seperti yang saya sampaikan tadi, gerakan ini disambut luar biasa. Bahkan ketika kita berkumpul RT RW di Monas kemudian memberikan apresiasi, rata-rata mereka mempunyai kebanggaan terhadap penanganan sampah,” katanya.
Ia juga menilai perubahan pola pikir masyarakat mulai terlihat dari semakin banyaknya komunitas yang terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Pramono turut mencanangkan bank sampah Balai Kota.
Namun, ia mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Bahkan saya sendiri tidak membayangkan di Balai Kota ada bank sampah yang mudah-mudahan saya minta kepada Kepala Biro Umum untuk ditangani dengan baik, jangan hanya seremoni, saya tidak mau yang seremoni,” tuturnya.
Pramono berharap gerakan pilah sampah bisa semakin masif sehingga jumlah sampah yang dibuang ke Bantargebang terus menurun dan Jakarta memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Jakarta: Mobil Box & Truk Terguling di Dua Titik, Lalu Lintas Langsung Macet
Baca juga: Ketua DTKJ Tegaskan Usulan Kenaikan Tarif TransJakarta Harus Diikuti Peningkatan Layanan
Baca juga: DTKJ Usul Transjakarta Punya Tarif Langganan: Rp 200 Ribu Per Bulan, Lebih Hemat untuk Pekerja