TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tren gadai emas di Kota Padang melonjak tajam hingga 60 persen menjelang tahun ajaran baru sekolah. Lonjakan signifikan pada periode Mei hingga Juli 2026 ini dipicu oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap biaya pendidikan anak.
Pernyataan ini disampaikan oleh Penaksir Cabang Pegadaian Syariah Padang, Mega Amilia Warga Negara (40) yang ditemui di Pegadaian UPC Marapalam, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lokasi, masyarakat tampak ramai untuk menggadaikan emas.
Beberapa masyarakat yang datang, mulai dari anak muda hingga orang tua. Sebagian melakukan gadai emas untuk membuka usaha hingga untuk biaya pendidikan anak.
Baca juga: Soal Vendor Seragam Gratis dari Luar Daerah Diprotes, Kadisdik Padang: Semua Lewat Sistem E-Catalog
"Benar, peningkatan masyarakat menggadaikan emas di sini mencapai 60 persen, terhitung sejak Mei hingga Juli 2026," kata dia.
Puncak masyarakat menggadaikan emas terhitung akhir Juni hingga awal Juli 2026. Sebab kata Mega, tahun ajaran baru akan masuk.
Selain tahun ajaran baru, setiap tahunnya peningkatan masyarakat menggadaikan emas juga terjadi ketika momen lebaran.
"Namun untuk data nasabah yang menggadaikan emas pada Semester 1 tahun ajaran baru, kita berhasil meningkatkan sebesar 90 persen dibandingkan data yang ditetapkan pusat," jelasnya.
Baca juga: Anak Masuk SMP dan TK, Warga di Padang Gadaikan Emas Jelang Ajaran Baru, Hindari Pinjam ke Saudara
Emas yang digadaikan masyarakat juga beragam, mulai dari batangan hingga perhiasan.
Menurut Mega, pihaknya tetap akan menerima dalam bentuk apapun, asalkan memiliki nilai.
"Kita terima apa saja, mulai dari emas batangan ataupun perhiasan," tambahnya.
Masyarakat, Siska juga mengaku menggadaikan emas perhiasan berupa cincin untuk biaya pendidikan anaknya.
Baca juga: Ikut Ibu Cari Kayu Bakar, Bocah 3 Tahun Terseret Ombak di Muara Simatalu Mentawai
Kata dia, anaknya saat ini hendak masuk sekolah tingkat SMP dan Taman Kanak-Kanak (TK).
"Kebiasaan masyarakat pada umumnya memang sering menggadaikan emas untuk biaya sekolah anak, saya juga termasuk," sebutnya.
Meski begitu, ia mengaku baru pertama kali menggadaikan emas untuk biaya sekolah kedua anaknya.
Sebab sebelumnya, masih bisa membiayai dengan hasil dagangannya selama ini.
"Baru kali ini, karena tidak ada biaya besar sekaligus, nanti ditebus lagi," tutupnya.(*)