Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mengevaluasi sejumlah proyek bernilai besar menyusul penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Miyadi, mengatakan penyesuaian anggaran perlu dilakukan agar belanja daerah lebih difokuskan pada program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, sejak beberapa bulan lalu DPRD telah menyarankan pemerintah daerah untuk meninjau kembali proyek-proyek yang telah direncanakan.
Hal itu menyusul menurunnya APBD akibat adanya penarikan anggaran pemerintah pusat, sehingga nilainya turun dari sekitar Rp3,4 triliun menjadi sekitar Rp2,6 triliun.
"Kami menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap proyek-proyek besar," ujar Miyadi.
Ia menjelaskan, evaluasi tersebut diperlukan agar proyek yang memang menjadi kebutuhan mendesak dapat dilanjutkan.
Sebaliknya, proyek yang belum mendesak sebaiknya ditunda dan anggarannya dialihkan untuk membiayai program lain yang lebih dibutuhkan masyarakat.
Baca juga: Sempat Terbengkalai Usai Ambruk, Mushola DPRD Tuban Bakal Dibangun Kembali dengan Dana Rp700 Juta
"Artinya dilakukan evaluasi dalam rangka penyesuaian mana yang lebih urgen dan mana yang tidak urgen," imbuhnya.
Meski demikian, Miyadi mengakui penilaian mengenai tingkat urgensi suatu proyek bisa berbeda antara DPRD dan pemerintah daerah.
"Kalau menurut pemerintah sudah masuk dalam program prioritas, mungkin proyek strategis itu dianggap urgen. Tapi menurut kami belum tentu itu urgen," pungkasnya.