Gagasannya tampak sederhana: Real Madrid akan merekrut Enzo Fernandez, dan langkah tersebut akan membuka jalan bagi kepergian Aurelien Tchouameni, dengan Manchester United sudah siap menunggu kesempatan itu.
Bagi banyak pihak, skenario tersebut diyakini akan terjadi, terlebih karena klaim itu diperkuat oleh laporan yang belum lama ini disampaikan oleh The Peoples Person.
Laporan itu menyebutkan bahwa jumlah dana yang sama, yaitu €120 juta (£103 juta), yang diminta Chelsea untuk Fernandez, merupakan harga yang dibutuhkan untuk meyakinkan Los Blancos agar bersedia melepas Tchouameni.
Bagi Manchester United, harapan mereka adalah ketika Madrid berhasil mendapatkan Fernandez, maka kesepakatan untuk mendatangkan Tchouameni—target utama mereka di lini tengah—akan menjadi lebih realistis.
Setelah gagal merekrut target penting seperti Elliot Anderson, Sandro Tonali, dan Mateus Fernandes, tidak ada cara yang lebih baik untuk bangkit selain dengan mendatangkan salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia.
Menariknya, meskipun United enggan memenuhi harga tinggi untuk target-target lain, INEOS—yang memandang bintang Real Madrid itu sebagai rekrutan impian—bahkan bersedia melanggar struktur gaji mereka demi mendatangkannya.
Namun, terlepas dari kesediaan untuk mengeluarkan dana besar, Madrid tampaknya sudah memberikan jawaban yang jelas kepada United terkait masa depan Tchouameni.
Pernyataan resmi dari Real Madrid yang menegaskan bahwa mereka tidak mengejar Fernandez sudah cukup menggambarkan bahwa Tchouameni tidak akan meninggalkan klub.
Dengan menurunnya minat Madrid terhadap target utama di lini tengah mereka, serta dengan Rodri—opsi lainnya—yang kemungkinan besar tidak tersedia karena akan absen di awal musim, semua tanda menunjukkan bahwa Tchouameni akan tetap bertahan di Santiago Bernabeu.
INEOS seharusnya mulai mempertimbangkan kembali daftar target gelandang mereka.
Jika mereka terus mengejar Tchouameni padahal sudah jelas bahwa sang pemain tidak akan pergi, mereka berisiko mengulangi kisah Frenkie de Jong. Pengejaran panjang itu akhirnya membuat United beralih ke Casemiro—dan itu lebih karena keberuntungan, karena pemain Brasil itu datang dan tampil sangat baik.
Pembangunan ulang lini tengah United tidak boleh bergantung pada keberuntungan. Dan mereka tentu tidak bisa menunggu terlalu lama seperti kasus Casemiro, setelah berbulan-bulan menghabiskan waktu mengejar de Jong yang tak bisa didapatkan.
Gambar unggulan: Jose Manuel Alvarez Rey melalui Getty Images