Pertama, Sungai Katanahan meluap di Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Kamis (2/7/2026) malam.
Luapan sungai membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Selain itu, keramba ikan milik warga rusak, sementara lumpur menutupi sejumlah halaman rumah dan badan jalan.
Kedua, seorang bocah berusia 3 tahun dilaporkan terseret ombak di Muara Simatalu, Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan bahwa korban bernama Anjel.
Ketiga, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, tengah mempercepat pembenahan infrastruktur wilayah guna mendongkrak konektivitas antar-sentra produksi dan permukiman. Salah satu prioritas utama yang kini mendekati rampung adalah rehabilitasi ruas Jalan Simpang Koto Agung menuju Blok C Sitiung I di Kecamatan Sitiung.
Langkah ini diambil setelah jalur vital sepanjang 3,8 kilometer tersebut sempat mengalami kerusakan dalam waktu yang cukup lama.
Baca selengkapnya berikut ini:
Sungai Katanahan meluap di Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Kamis (2/7/2026) malam.
Luapan sungai membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Selain itu, keramba ikan milik warga rusak, sementara lumpur menutupi sejumlah halaman rumah dan badan jalan.
Kalaksa BPBD Pasaman, Mardianto, mengatakan luapan sungai terjadi di Kampung Lubuk Panjang, Jorong Pasar Ladang Panjang.
Berdasarkan laporan yang diterima, pada pukul 19.13 WIB debit air Sungai Batang Katanahan meningkat secara signifikan hingga meluap.
"Pada Kamis malam, debit air Sungai Batang Lindai juga dilaporkan membesar," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Peringatan Gelombang Tinggi Sumbar Berlaku hingga 4 Juli, Nelayan dan Kapal Diminta Waspada
Akibat luapan Sungai Batang Katanahan, air yang bercampur material tanah atau lumpur sempat menggenangi permukiman warga di Kampung Lubuk Panjang dan meluber hingga ke badan jalan raya.
Mardianto mengatakan, pada pukul 19.45 WIB debit air Sungai Batang Katanahan mulai berangsur surut.
"Meski demikian, luapan air menyisakan material lumpur di beberapa halaman dan area samping rumah warga di sekitar Kampung Lubuk Panjang," jelasnya.
Penyebab meluapnya Sungai Katanahan kata Mardianto, akibat jembatan yang mengarah ke hulu tersumbat oleh beberapa pohon.
Kebetulan saat Kamis malam itu air membesar akibat hujan, sehingga meluap ke permukiman masyarakat.
Baca juga: Harga Komoditas Kota Padang Panjang Terbaru, Beras Kualitas I Rp17.600 per Kg hingga Minyak Curah
"Itu yang menjadi penyebabnya, karena ada beberapa barang pohon yang menyumbat jembatan," tuturnya.
Selain itu, keramba ikan milik warga juga mengalami kerusakan akibat kemasukan air yang bercampur material tanah dari luapan Sungai Batang Katanahan.
Sementara, Sungai Batang Lindai juga mengalami peningkatan debit air dengan kondisi air keruh yang membawa material tanah.
"Namun, hingga laporan dibuat, aliran Sungai Batang Lindai belum meluap ke permukiman warga maupun badan jalan," katanya.
Mardianto menjelaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian tersebut.
Baca juga: Tim Jagoan Konten Kreator Uda Rio Keok Lawan Brazil, Jepang Sempat Unggul Lalu Tertekan di Babak 2
Saat ini, diperlukan pemantauan, asesmen lebih lanjut, serta koordinasi terkait dampak kerusakan dan kerugian sektor perikanan warga.
"Kita juga monitoring dan patroli terhadap kondisi aliran Sungai Batang Katanahan dan Sungai Batang Lindai juga diperlukan, untuk mengantisipasi potensi luapan susulan apabila curah hujan kembali tinggi di wilayah hulu," tambahnya.
Di sisi lain, warga Widiyansah mengatakan nagarinya di Padang Sawah, Kecamatan Tigo Nagari juga terdampak akibat meluapnya Sungai Katanahan.
Ia mengaku saat bencana terjadi, warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
"Warga panik, karena air meluap datang secara mendadak, namun tidak ada korban jiwa dan warga mengungsi," pungkasnya.
Ia menambahkan, luapan air sungai tak mengenai rumahnya. Hanya saja beberapa rumah lain ikut terdampak banjir disertai lumpur.
"Alhamdulillah, rumah saya tidak terdampak," tutupnya.
Seorang bocah berusia 3 tahun dilaporkan terseret ombak di Muara Simatalu, Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan bahwa korban bernama Anjel.
Ia mengatakan, korban hanyut pada hari Minggu, 1 Juli 2026.
"Lokasi korban tenggelam, yaitu Muara Simatalu merupakan wilayah yang terkenal dengan keindahan alam pesisir pantainya serta menjadi pintu masuk yang diapit oleh formasi batu dinding," ujar Benteng Hilton, Jumat (3/7/2026).
Pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa kawasan Muara Simatalu atau tepatnya di pintu muara area perairannya dikenal dengan memiliki ombak yang besar dan ekstrem.
Baca juga: Penuhi Kuota, Solok Selatan Kirim 4 Perwakilan Paskibraka ke Tingkat Provinsi
Sebelum korban dilaporkan hanyut terseret ombak, korban sedang bersama orang tuanya dan meminta izin untuk bermain di tepi muara.
"Seorang ibu bersama anaknya mencari kayu bakar di sekitar Muara Simatalu. Kemudian anaknya meminta izin untuk mandi di tepi muara," katanya.
Namun, berselang beberapa menit, ibu korban menyadari bahwa anaknya telah hilang dari pandangannya dan tidak ditemukan lagi.
Pihak keluarga bersama masyarakat setempat telah berusaha melakukan pencarian secara mandiri.
Namun, pencariannya tetap nihil. Kemudian, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Mentawai pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Baca juga: Soal Vendor Seragam Gratis dari Luar Daerah Diprotes, Kadisdik Padang: Semua Lewat Sistem E-Catalog
Merespons laporan, Kantor SAR Mentawai langsung memberangkatkan Tim Rescue menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 menuju lokasi kejadian yang berjarak 61 NM dari Dermaga Tuapejat.
Kendati demikian, tantangan berat dihadapi tim akibat hantaman gelombang laut setinggi 2,5 hingga 3 meter, sehingga memaksa RIB 02 berlindung dan bersandar di Dermaga Pei-Pei.
Benteng Hilton menjelaskan bahwa pencarian pada hari ini hasilnya masih nihil dan akan dilanjutkan besok pada Minggu.
"Hari ini operasi SAR kami maksimalkan dengan memetakan area pencarian hingga seluas 49 NM⊃2; menggunakan RIB 02, dengan fokus utama pada luasan 14 NM di sekitar koordinat LKP," katanya.
Selain pergerakan di laut, pihaknya dibantu oleh masyarakat Simatalu dengan menyisir area darat sepanjang pinggiran muara dan garis Pantai Desa Simatalu.
Dalam operasi SAR ini Basarnas Mentawai mengerahkan RIB 02, dan Drone Termal serta didukung peralatan komunikasi satelit seperti PLB, EPIRB, HP Satelit dan Starlink Portable.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, tengah mempercepat pembenahan infrastruktur wilayah guna mendongkrak konektivitas antar-sentra produksi dan permukiman. Salah satu prioritas utama yang kini mendekati rampung adalah rehabilitasi ruas Jalan Simpang Koto Agung menuju Blok C Sitiung I di Kecamatan Sitiung.
Langkah ini diambil setelah jalur vital sepanjang 3,8 kilometer tersebut sempat mengalami kerusakan dalam waktu yang cukup lama.
Sebagai kawasan dengan mobilitas harian yang tinggi, perbaikan kualitas jalan dinilai mendesak demi menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus memangkas biaya logistik pedesaan.
Baca juga: Ikut Ibu Cari Kayu Bakar, Bocah 3 Tahun Terseret Ombak di Muara Simatalu Mentawai
Hingga awal Juli 2026, progres fisik pengerjaan di lapangan dilaporkan telah melampaui angka 90 persen.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses pengaspalan dan perapian sisa ornamen pelengkap jalan dapat diselesaikan dalam waktu dekat sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menempatkan jalur ini sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur pada tahun anggaran berjalan.
Padatnya aktivitas masyarakat di sekitar koridor tersebut menjadi pertimbangan utama intervensi anggaran dilakukan secara masif.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya Zakirman, melalui Kepala Bidang Bina Marga Willy Kurniawan, menjelaskan bahwa status jalan ini merupakan urat nadi kabupaten.
Baca juga: Penuhi Kuota, Solok Selatan Kirim 4 Perwakilan Paskibraka ke Tingkat Provinsi
Volume kendaraan yang melintas harian tergolong sangat tinggi dibandingkan ruas pinggiran lainnya.
"Ruas ini sudah cukup lama tidak mendapat penanganan yang menyeluruh. Karena berada di tengah kawasan permukiman padat dan lintasannya sibuk, Ibu Bupati memberikan arahan khusus agar titik ini diprioritaskan," kata Willy di Pulau Punjung, Kamis (2/7/2026).
Mengingat tingkat kerusakan yang bervariasi sebelum diperbaiki, Dinas PUPR menerapkan kombinasi metode penanganan. Langkah ini diambil agar struktur pondasi jalan baru memiliki daya tahan yang lebih panjang terhadap beban kendaraan muatan.
Sebelum hamparan aspal hotmiks diaplikasikan, pihak kontraktor terlebih dahulu melakukan rekonstruksi menyeluruh pada puluhan titik krusial.
Baca juga: Seragam Gratis Bikin Penjualan Pedagang Pasar Raya Padang Lesu, Omzet Disebut Nyaris Hilang
Selain itu, diterapkan pula metode recycling (daur ulang perkerasan) di tujuh titik serta penambalan atau patching pada bagian permukaan yang berlubang.
"Saat ini badan jalan sudah kembali menghitam sempurna. Kami tinggal menyelesaikan beberapa item minor di bagian tepi dan saluran pembuangan agar hasilnya benar-benar presisi," tutur Willy menambahkan.
Selama bertahun-tahun, kerusakan jalan ini menjadi tantangan berat bagi warga sekitar.
Letaknya yang membelah pusat permukiman, fasilitas pendidikan, dan pusat perdagangan membuat dampak kerusakan langsung dirasakan oleh berbagai lapisan profesi.
Wali Nagari (Kepala Desa) Sungai Duo, Ali Amran, mengungkapkan bahwa perbaikan ini mengakhiri keluhan menahun yang dihadapi oleh masyarakatnya.
Kondisi cuaca sering kali memperparah penderitaan para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
"Kalau musim kemarau, debunya sangat pekat hingga masuk ke rumah warga dan tempat usaha. Sebaliknya, begitu masuk musim hujan, lubang-lubang jalan berubah menjadi genangan air yang memicu kecelakaan. Sekarang kondisinya sudah jauh lebih nyaman," kata Ali.
Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa jalan ini secara geopolitik ekonomi sangat strategis karena melintasi wilayah Blok B Sitiung I.
Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu episentrum perputaran uang dan aktivitas pasar terpadat di Kecamatan Sitiung.
Baca juga: Polres Dharmasraya Rampungkan 28 Kasus Laka Lantas, Kini Prioritaskan Penyelesaian Perkara Lama
Keberadaan jalan yang mulus diyakini akan langsung berdampak pada efisiensi waktu tempuh para petani dan pedagang dalam mendistribusikan hasil bumi.
Pertumbuhan ekonomi di tingkat nagari pun diharapkan bergerak ke arah positif pasca-pandemi dan inflasi musiman.
"Kami mengapresiasi langkah cepat bupati dan tim teknis Dinas PUPR. Dampaknya tidak sekadar kenyamanan berkendara, tetapi ada perputaran ekonomi, kelancaran distribusi logistik, dan keamanan lingkungan yang membaik," ujarnya.
Rehabilitasi jalan di kawasan Sitiung ini bukan merupakan proyek tunggal. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tercatat sedang melakukan penetrasi pembangunan serupa di sejumlah koridor logistik strategis lainnya sepanjang tahun ini.
Beberapa di antaranya meliputi perbaikan jalan di samping gedung lama RSUD Sungai Dareh sepanjang 900 meter, koridor Pulau Punjung–Lubuk Bulang sepanjang 6,2 kilometer, serta ruas Sungai Rumbai–Blok D Sitiung II sepanjang 1,3 kilometer.
Baca juga: Hasil Bupati Dharmasraya Sambangi Pusat, 6 Sekolah Segera Revitalisasi
Secara bersamaan, konektivitas moda darat ini ditopang oleh pembangunan infrastruktur jembatan.
Tiga proyek jembatan, yakni Jembatan Batang Mimpi, Jembatan Sungai Pinang, dan Jembatan Sungai Duo, juga sedang dikebut penanganannya.
Secara kumulatif, seluruh paket kebijakan pembangunan dan intervensi infrastruktur jalan serta jembatan di Kabupaten Dharmasraya ini menelan total pagu anggaran sekitar Rp63,6 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2026.
Pemda berharap penyerapan anggaran ini mampu menstimulus sektor konstruksi lokal.rls