Pesan Bupati Tapsel dari Desa Sugi, Gelorakan Perang Melawan Narkoba, Rentenir dan Kemiskinan
Azis Husein Hasibuan July 04, 2026 09:54 AM

TRIBUN-MEDAN.com, TAPSEL - Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menggelorakan perang melawan narkoba, rentenir dan kemiskinan.

Ini disampaikannya di hadapan Tim Monitoring TP PKK Sumatera Utara yang sedang melakukan penilaian terhadap program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di Desa Sugi, Kecamatan Marancar, Jumat (3/7/2026).

Gerakan melawan narkoba, rentenir dan kemiskinan dilontarkan, karena Gus Irawan berharap masyarakat memiliki masa depan yang lebih baik.

Pada momen tersebut, Gus Irawan juga menyampaikan, program UP2K bagi Pemkab Tapsel, bukan semata perlombaan administrasi. Melainkan, program diposisikan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa yang sejalan dengan visi daerah.

"Sinergi antara PKK dan dinas teknis sangat krusial. Tanpa dukungan OPD, gerakan PKK sulit berkembang. Sebaliknya tanpa PKK, program pemerintah akan sulit menyentuh masyarakat hingga ke tingkat desa," kata Gus Irawan.

Lalu Gus Irawan mengungkap ancaman terbesar yang dihadapi masyarakat saat ini bukan cuma kemiskinan. Tetapi, juga jeratan pinjaman berbunga tinggi dan penyalahgunaan narkotika yang merusak produktivitas keluarga.

Solusi Pemkab Tapsel

Sebagai solusi, lanjutnya, Pemkab Tapsel menggandeng Bank Sumut melalui program KUR Berkah berbunga rendah. Bahkan bunganya hingga nol persen untuk kelompok tertentu. Itu dilakukan, agar masyarakat keluar dari lilitan pinjaman berbunga tinggi.

"Jangan ada alasan lagi untuk miskin. Kita punya akses modal hingga Rp100 juta tanpa agunan. Pemerintah juga menyiapkan BUMD sebagai penampung hasil pertanian masyarakat," ujar Gus Irawan

Di Desa Sugi sendiri, dampak program UP2K mulai terlihat. Warga yang sebelumnya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, kini mulai mengolahnya menjadi produk bernilai tambah seperti gula merah dan gula semut.

Kepala Desa Sugi, Henri Pakpahan mengatakan, perubahan pola usaha tersebut meningkatkan nilai jual produk sekaligus pendapatan masyarakat.

"Sebelumnya kami menjual bahan mentah. Sekarang masyarakat sudah mampu mengolah sendiri sehingga nilai ekonominya jauh lebih tinggi," ujarnya.

Sementara, Ketua TP PKK Tapsel, Murni Gus Irawan mengatakan, monitoring yang dilakukan TP PKK Provinsi Sumatera Utara bukan sekadar menentukan pemenang lomba, melainkan mengukur keberlanjutan pelaksanaan program di lapangan.

"Ini bukan soal juara atau tidak. Yang terpenting bagaimana 10 Program Pokok PKK benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Sedangkan Ketua Tim Monitoring TP PKK Sumut, Rika Astri Siregar menyebut, hasil monitoring akan menjadi dasar penentuan enam besar daerah terbaik pada kategori UP2K tingkat Sumut sebelum memasuki tahapan evaluasi berikutnya.

Ia berharap desa binaan tidak berhenti pada target penghargaan, melainkan mampu melahirkan perubahan nyata dalam kualitas hidup masyarakat desa.

Keberhasilan Desa Sugi dinilai dapat menjadi model bagi desa lain di Tapanuli Selatan, terutama dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal dan pemberdayaan perempuan melalui gerakan PKK. 

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.