Mahasiswa yang Demo di Pekanbaru Dipukul hingga Dirawat, Polda Riau: Kami Serius Cari Pelaku
Firmauli Sihaloho July 04, 2026 11:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepolisian Daerah Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) masih mendalami kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang mahasiswa.

Adapun dugaan penganiayaan itu terjadi saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Riau, Pekanbaru.

Mahasiswa yang menjadi korban diketahui bernama Muhammad Luthfi. Insiden tersebut menyebabkan ia mengalami cedera berat pada bagian kepala setelah menerima pukulan saat demonstrasi berlangsung.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, mengungkapkan hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami retak pada tulang tengkorak di sisi kanan kepala. Proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku masih terus dilakukan.

"Berdasarkan hasil visum, korban mengalami retak kepala bagian kanan," kata Hasyim saat diwawancarai Kompas.com di Mapolda Riau di Pekanbaru, Jumat (3/7/2026).

Hasyim mengakui, penanganan kasus ini sedikit melambat karena korban baru bisa diperiksa setelah kondisinya mulai pulih. Korban sebelumnya dirawat di ruang sakit.

Peristiwa pemukulan itu terjadi pada 22 Juni 2026. Hingga kini, belum terungkap siapa pelaku.

"Proses penyelidikan kasus pemukulan Muhammad Luthfi, saat ini masih terus berjalan. Terkait masalah ini sedikit lambat, karena korban baru bisa dimintai keterangan. Tadi sudah kita periksa di Mapolda Riau. Kita dalami apa yang didengar, dilihat, dan dialaminya," kata Hasyim.

Selain saksi korban, Hasyim menyebut, sebelumnya penyidik juga telah meminta keterangan dua orang mahasiswa sebagai saksi.

Kemudian, juga ada barang bukti rekaman video saat demo yang diperiksa dan diteliti di pusat laboratorium forensik (Puslabfor).

"Hari ini, mahasiswa memberikan ke kita satu buah flashdisk berisi rekaman video. Video tersebut akan kita teliti untuk menentukan siapa pelakunya," ujar Hasyim.

Baca juga: Ombudsman dan BPMP Riau Soroti Persoalan SPMB Bagi Anak-Anak di Perbatasan Kota Pekanbaru

Baca juga: Nginap di Rumah Kerabat, Wanita di Meranti Jadi Korban Pelecehan, Pelaku Diamankan

Pemeriksaan saksi-saksi, menurut dia, akan terus berkembang. Termasuk, memeriksa anggota Polisi yang melakukan pengamanan demonstrasi.

Sementara itu, pada Jumat sore, sejumlah mahasiswa melakukan demo ke Mapolda Riau.

Mereka menuntut Polda Riau, agar kasus pemukulan Muhammad Luthfi harus ditangani dengan serius.

"Ya, tadi kita menerima mahasiswa melakukan aksi demo ke Polda Riau. Mereka meminta kasus pemukulan Muhammad Luthfi harus ditangani dengan serius. Kita serius tangani kasus ini. Kita buktikan serius. Bukan karena lambat ya, tapi karena korban baru bisa diperiksa hari ini," kata Hasyim.

Demo tersebut berujung ricuh. Kericuhan dipicu saat petugas Kepolisian mengamankan sebuah ban dan bahan bakar minyak yang diduga digunakan untuk membakar.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, mengatakan bahwa petugas pengamanan menduga ban itu akan dibakar di depan gerbang Kantor DPRD Riau.

Untuk mencegah terjadinya pembakaran yang berpotensi membahayakan keselamatan peserta aksi maupun pengguna jalan, Polisi mengamankan ban tersebut.

Namun, mahasiswa menolak hingga terjadi aksi tarik-menarik antara massa dan petugas.

"Personel mengambil langkah pencegahan, karena terdapat indikasi kuat akan dilakukan pembakaran ban. Tindakan tersebut dilakukan semata-mata untuk menghindari potensi bahaya dan menjaga situasi tetap kondusif," kata Muharman kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp.

Sekitar pukul 16.10 WIB, menurut dia, ban berhasil diamankan dan massa kembali melanjutkan orasi.

Sekitar pukul 16.20 WIB, situasi kembali memanas ketika massa membakar foto Ketua DPRD Riau, Kaderismanto.

Pada saat yang sama, terdapat upaya untuk membakar spanduk menggunakan bahan bakar jenis Pertalite yang telah disiapkan di dalam mobil komando.

Petugas kemudian berupaya mengamankan satu botol berisi Pertalite, yang diduga akan digunakan untuk proses pembakaran tersebut.

Upaya pengamanan itu kembali memicu penolakan dari sebagian majas, sehingga terjadi kericuhan singkat.

Beruntung situasi dapat dikendalikan aparat, dan aksi orasi kembali berlangsung hingga Ketua DPRD Riau datang menemui massa.

Perwakilan mahasiswa menyerahkan tuntutan kepada Ketua DPRD Provinsi Riau dan membubarkan diri secara tertib.

Dugaan Pemukulan Mahasiswa

Muharman menyatakan, pihaknya tengah mendalami laporan dugaan pemukulan terhadap salah seorang peserta aksi bernama Muhammad Luthfi, yang merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pekanbaru.

Korban mengalami luka diduga akibat dipukul saat kericuhan terjadi.

Saat ini korban telah mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru.

"Kami turut prihatin atas peristiwa yang dialami peserta aksi. Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan seluruh proses berjalan secara profesional serta transparan," ungkap Muharman.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan secara utuh fakta yang terjadi di lapangan.

Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan korban dan mahasiswa lainnya, pelaku pemukulan disebut merupakan seorang pria yang mengenakan pakaian berwarna hitam, berambut agak panjang atau gondrong, serta menggunakan bandana saat berada di lokasi kejadian.

"Kami akan menulusuri secara menyeluruh apakah benar telah terjadi pemukulan sebagaimana yang disampaikan, bagaimana kronologinya, siapa yang melakukan, serta apa motif dan latar belakang kejadian tersebut," kata Muharman.

"Semua akan kami dalami berdasarkan keterangan saksi, korban, dokumentasi, dan rekaman yang tersedia," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.