Kondisi Terkini YTR Korban Penyekapan dan Penganiayaan Taufik Hidayat, Disterilkan Jelang Operasi
Musahadah July 04, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Kasus penyekapan dan penganiayaan oleh Taufik Hidayat kini sudah terang benderang, namun penderitaan korban YTR belum usai. 

YTR harus menjalani sejumlah operasi untuk bisa hidup lebih baik. 

Hal ini beralasan karena penganiayaan yang dilakukan Taufik telah meninggalkan cacat permanen hingga kebutaan pada YTR.    

Saat ini, perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

 Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr. Fitra Hergyana mengungkap kondisi terbaru YTR. 

Baca juga: Ini Alasan YTR Tak Kabur Meski Disekap dan Dianiaya Taufik Hidayat, Penasaran Hotman Paris Terjawab

YTR kini sudah bisa duduk dan mulai beraktivitas, meski masih menjalani masa pemulihan serta menunggu tindakan operasi.

dr. Fitra Hergyana mengatakan tim medis telah melakukan debridement atau pembersihan luka sebagai bagian dari penanganan awal sebelum operasi dilakukan.

"Kemarin Pak Dirut sudah menyampaikan. Alhamdulillah pasien saat ini memang sudah bisa duduk, sudah bisa dapat beraktivitas. Dan juga kita kemarin sudah melaksanakan debridement atau pembersihan luka sambil dengan menunggu operasi. Saat ini memang sedang pemulihan dan sedang menunggu operasi," ujar Fitra, Jumat (3/6/2026).

Meski demikian, kata dr. Fitra Hergyana, tindakan operasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena tim medis masih fokus menangani infeksi yang dialami pasien.

"Kita saat ini kan memang masih ada infeksinya. Tadi makanya kenapa steril, begitu setelah infeksinya tertangani kita langsung dilaksanakan," katanya. 

Operasi Tak Cuma Sekali 

Selain penanganan fisik, tim medis juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis korban yang disebut masih dalam tahap pemulihan.

"Kemarin kan yang pertama adalah kita pembersihan lukanya, dari infeksi-infeksinya, dan juga pemulihan dari psikisnya. Jadi setelah itu ini baru kita ke step-by-step," ucapnya.

Fitra menjelaskan, proses operasi yang akan dijalani YTR tidak cukup dilakukan satu kali.

Tim dokter akan mengevaluasi hasil operasi pertama sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Ini juga operasi ini nggak bisa sekali, perlu beberapa kali. Jadi kita melihat adalah bagaimana dari operasi yang pertama, dilihat hasilnya dulu baru sambil melihat perkembangannya semuanya secara komprehensif," katanya.

Untuk menangani YTR, RSHS membentuk tim gabungan yang melibatkan sekitar 40 dokter. Tim tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh aspek kesehatan pasien tertangani secara menyeluruh.

"Kita juga membentuk tim dokter dari Kementerian Kesehatan RSHS sekitar 40 dokter. Jadi kita betul-betul secara komprehensif penanganannya," ucapnya.

Alasan Tak Berani Kabur Saat Disekap

SANTAI - Tampang Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan berat terhadap wanita berinisial YTR saat ditangkap polisi di wilayah Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026) malam. Gerak-geriknya bikin DPR geram.
SANTAI - Tampang Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan berat terhadap wanita berinisial YTR saat ditangkap polisi di wilayah Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026) malam. Gerak-geriknya bikin DPR geram. (kolase Tribun Jabar)

Akhirnya terjawab alasan perempuan bandung berinisial YTR (29) tak bisa kabur dari Taufik Hidayat meski disekap dan dianiaya selama tiga tahun. 

Pengakuan YTR ini menjawab rasa penasaran pengacara Hotman Paris mengenai alasan di balik korban yang tidak berusaha melarikan diri atau meminta pertolongan selama masa penyekapan tersebut.

Hotman mempertanyakan mengapa korban tidak berteriak, memukul pintu, atau merusak jendela kamar kos saat pelaku sedang pergi bekerja.

Menurutnya, tindakan tersebut seharusnya bisa memancing perhatian dari pemilik kos, ketua RT, RW, maupun warga sekitar untuk memberikan pertolongan.

Hotman Paris pun meminta korban untuk memberikan penjelasan secara jujur dan perlahan mengenai situasi yang sebenarnya terjadi, apakah dipicu oleh rasa takut yang luar biasa atau ada faktor lain.

Baca juga: Kelakuan Bejat Taufik Hidayat Selama Sekap Perempuan Bandung Terkuak, Kencani Wanita Lain di Hotel

Ia menjamin kerahasiaan jawaban tersebut dan berjanji tidak akan menyebarkannya ke publik.

Sebagai bentuk dukungan moral dan materi, Hotman Paris menawarkan bantuan modal sebesar Rp2,5 miliar lebih untuk membantu korban menata kembali kehidupannya di masa depan setelah dirinya kembali dari Singapura.

Di sisi lain, Hotman juga menyarankan agar pihak penyidik kepolisian mendalami poin tersebut guna melengkapi proses investigasi perkara ini.

Terkait hal ini, Direktur Reserse  Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Jabar, Kombes Rumi Untari mengungkap pengakuan korban. 

Menurut Kombes Rumi Untari alasan YTR tidak bisa kabur karena memiliki rasa takut yang besar.

Jawaban tersebut terus menerus dan konsisten dijawab korban.

"Ya memang ketakutan yang besar dari korban. Ponselnya dikuasai pelaku sejak awal," kata Kombes Rumi.

Rumi juga menegaskan korban membuat tato di tubuhnya tak ada paksaan dari pelaku.

Namun, dengan kondisi YTR ketakutan, tentu korban mau tak mau mengikuti perintah pelaku.

"Walau memang secara lisan tak ada paksaan. Tapi, kalau kami lihat kondisi psikis ya pasti ada ketakutan. Kalau menolak pasti dilakukan kekerasan terhadap korban," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.