Pengemudi Pikup Ugal-ugalan yang Tewaskan 10 Biksu di Thailand adalah Bocah 11 Tahun Disabilitas
SERAMBINEWS.COM, BANGKOK - Polisi Thailand mengungkapkan bahwa bocah laki-laki berusia 11 tahun yang mengemudikan mobil pikap hingga menabrak rombongan biksu Buddha di Provinsi Mukdahan merupakan anak berkebutuhan khusus.
Insiden tragis tersebut menyebabkan 10 biksu meniggal dan melukai sedikitnya 10 orang lainnya.
Dilansir dari AFP, Sabtu (4/7/2026), kecelakaan terjadi saat rombongan yang terdiri atas 35 biksu dan lima pengikut awam sedang melakukan perjalanan spritual di tepi jalan.
Menurut Kepala Kepolisian Provinsi Mukdahan, Mayor Jenderal Pairoj Thaiphutra, bocah itu mengambil kendaraan milik orang tuanya tanpa izin.
Lalu mengemudikannya sejauh sekitar 10 kilometer sebelum kehilangan kendali dan menabrak rombongan biksu.
Lima biksu meninggal di lokasi kejadian, sementara lima lainnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain itu, 10 korban lainnya masih dirawat, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Kepala Kepolisian Kota Mukdahan, Prayut Ruanthongkam, mengatakan bocah tersebut belum dapat dimintai keterangan karena kondisinya.
Ia kini telah diserahkan kepada otoritas kesejahteraan anak untuk menjalani asesmen lebih lanjut dengan didampingi ibunya.
“Anak itu telah diamankan oleh otoritas kesejahteraan anak untuk penilaian, didampingi oleh ibunya,” ungkapnya, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan ketentuan hukum di Thailand, anak di bawah usia 12 tahun tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana, sehingga fokus penanganan saat ini diarahkan pada proses evaluasi dan perlindungan anak.
Sementara itu, penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan masih terus berlangsung.
Polisi telah meminta keterangan dari para biksu yang selamat dan sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan paling memilukan yang melibatkan rombongan biksu di Thailand.
Para biksu merupakan tokoh yang sangat dihormati masyarakat karena berperan menjaga dan menyebarkan ajaran Buddha, sehingga tragedi tersebut memicu duka mendalam di seluruh negeri.
Seorang perwakilan dari Wat Roi Phra Phutthabat Phu Manorom, sebuah kuil di puncak bukit di Mukdahan, mengatakan kepada AFP bahwa kuil tersebut telah menampung para biksu yang selamat dan sedang memulihkan diri, bersama dengan para pengikut lain yang terlibat dalam insiden tersebut.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)