TRIBUNMANADO.CO.ID - Upus Ni Mama, renungan Wanita Kaum Ibu (W/KI) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dalam sepekan mulai 5-11 Juli 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Mazmur 67:1-8.
Tema perenungan adalah Tanah Telah Memberi Hasilnya.
Khotbah:
Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Nyanyian syukur karena segala berkat Allah bergaung nyaring di dalam Kitab Mazmur. Kitab Mazmur menjadi kitab
pujian atau buku doa yang pertama kali dipakai dalam Bait Allah di Jerusalem.
Di kemudian hari dipakai di rumah ibadat orang Yahudi (Sinagoge) dan komunitas-komunitas Kristen (Jemaat).
Kitab Mazmur sangat disukai oleh semua orang yang beribadat kepada Allah.
Apakah ibu-ibu juga suka membaca Mazmur? Saat ini, di kalangan GMIM bahkan PGI, membaca Mazmur sudah
dilombakan, baik di lingkungan Anak Sekolah Minggu, Remaja/Pemuda, Pria Kaum Bapa bahkan kaum lanjut usia.
Kitab Mazmur sangat menyentuh langkah-langkah hidup. Kitab Mazmur sangat disukai untuk mengetahui lebih banyak lagi
mengenai jalan hidup sebagai orang beriman yang setia kepada satu-satunya Allah, Sumber segala Berkat.
Salah satu pokok penting yang diungkapkan dalam Kitab Mazmur ialah "Pengucapan Syukur ".
Banyak hal yang patut disyukuri. Pemazmur Daud membawa nyanyian syukur karena Tuhan melepaskannya dari cengkeraman musuh yang mengejamya (Mazmur 18), bersyukur membawa persembahan (Mazmur 70), syukur atas kemenangan, atas kesembuhan dan lain-lain.
Mazmur 67:1-8 adalah nyanyian syukur karena segala berkat Allah; "tanah telah memberi hasilnya. Allah, Allah kita
memberkati kita".
Pengalaman iman Raja Daud, adalah motivasi kuat, terpanggil bersyukur, bersyukur dan bersyukur kepada Tuhan.
"Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik, bahwasanya untuk selama-lamanya Kasih SetiaNya".
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Pemazmur memulai nyanyian pujiannya dengan sebuah harapan. Oleh sikap rendah hati, pinta dan harap terucap,
"Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya la menyinari kita dengan wajahNya".
Allah Bapa kita, Dialah Sumber Segala Berkat. Ketulusan hati memungkinkan umat Allah mampu mengenal jalan Tuhan di bumi dan keselamatanNya di antara bangsa-bangsa.
Pinta harap selanjutnya, "Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepadaMu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepadaMu.
Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil dan
menuntun suku-suku bangsa di atas bumi".
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam Mazmur 67, 2 (dua) kali diulang, "Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kapada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa
semuanya bersyukur kepada-Mu (ayat 4, 6)".
Hal yang diulang-ulang pasti memiliki pesan penting, bahwa hal bersyukur itu jangan diabaikan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "bersyukur" berarti berterima kasih. Ibu-ibu yang saling memberi, membagi berkat, pasti dengan senang hati akan berucap "terima kasih" pemberiannya, makasih yah, Tuhan Yesus Memberkati.
Bagaimana dengan Tuhan Allah kita yang memberi? Dia Allah kita tidak hanya memberi apa yang dimakan, apa yang diminum atau dipakai, tapi Dia memberi kesehatan, kekuatan, perlindungan, kasih sayang, hikmat.
Dia memberi hidup, memberi nafas kehidupan dan Dia memberi diri-Nya menjadi tebusan dosa dunia, menyelamatkan orang percaya dari maut. Dia menyertai kita. Apa jawaban iman kita?
Kita berterima kasih kepada Dia Tuhan Yang Maha Kuasa dengan ucapan syukur, dengan sikap menyembah Tuhan, memuji-muji Tuhan dengan sukacita dan melakukan perbuatan-perbuatan yang dikehendaki-Nya.
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Di sepanjang bulan Juli ini kita berada dalam perayaan Hari Raya Gereja "Pengucapan Syukur".
Secara bersama, serentak gereja-gereja bekerja sama dengan pemerintah menentukan hari, tanggal dan bulan pengucapan syukur, baik bulan Juni, Juli, Agustus bahkan ada yang melaksanakannya di bulan September.
Namun harus kita sadari bahwa bukan soal makanan, minuman berlimpah yang disediakan, tetapi hati yang bersyukur yang mesti disiapkan benar-benar, sebab ada ibu-ibu yang karena mau menjamu tamu-tamu atau teman-teman, menyiapkan menu terbaik, sampai persiapan bungkus membungkus, tapi sayang sang ibu kehilangan waktu
bersyukur di Rumah Allah sebagai satu persekutuan gereja, satu komunitas bangsa yang diberkati.
Ibu-ibu, jika niat ibadah syukur yang didahului, maka pasti Tuhan menyediakan. Pemazmur berkata, "tanah telah
memberi hasilnya, Allah, Allah kita memberkati kita (ayat 7)".
Tanah, pada gurun Israel gersang, tapi Tuhan banyak cara menumbuhkan pohon-pohon, tanaman, sehingga tanah telah
memberi hasil.
Maksudnya bahwa panen telah tiba. Mereka (bangsa Israel) memanen gandum, anggur, buah zaitun dan tanaman lainnya. Kita di Indonesia khususnya tanah Minahasa, bagai taman Eden.
Tanah subur penuh berkat, bahasa torang orang Manado, "kurang bodok sandari kalo ada lahan kong torang ndak ba tanam".
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Berkat Tuhan itu melimpah atas kita, Allah, Allah kita, memberkati kita. Harapan Pemazmur kiranya segala ujung
bumi takut akan Dia! Di mana ujung bumi itu? Ujung bumi
menunjuk tempat di mana kita berada, menunjuk pada diri kita sendiri. Takutlah akan Tuhan, sebab permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan dan mengenal yang Maha Kudus adalah pengertian (Amsal 9:10).
Selamat berpengucapan syukur dengan sukacita iman dan tetap mengingat bahwa semua berkat yang kita nikmati datangnya dari Dia, Tuhan Allah kita Sumber Segala Berkat. Amin.
Pertanyaan Untuk Diskusi:
1. Apakah yang ibu-ibu pahami tentang "Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita memberkati kita" menurut Mazmur 67:1-8?
2. Program pemberdayaan apa yang dapat dilaksanakan untuk pemanfaatan pekarangan rumah, ladang dan kebun
dalam hubungan tanah yang memberi hasilnya?
3. Bagaimana cara berpengucapan syukur yang benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan?
Sumber: Komisi W/KI GMIM edisi Juni 2026