Perubahan Tubuh Maia Estianty Disorot, Istri Irwan Mussry Itu Buat Pengakuan: Mulai Menopause
Murhan July 04, 2026 04:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Musisi Maia Estianty mengalami perubahan tubuh. Istri Irwan Mussry itu mengaku terkejut dengan kenaikan berat badannya.

Hal ini terjadi setelah rangkaian acara pernikahan putranya, Al Ghazali dengan Alyssa Daguise dan El Rumi dengan Syifa Hadju.

"Gileee, berat gw naik 3kg, kelar kawinan anak," ungkap Maia di akun Threadsnya, dikutip Sabtu (4/7/2026).

Maia mengakui, kenaikan berat badan itu dipengaruhi perubahan aktivitas sehari-harinya. 

Setelah tidak lagi menjalani syuting, perempuan 50 tahun itu juga mulai mengendurkan rutinitas olahraga.

"Ama udah gak syuting lagi, dah kendor olahraga," laniutnya.

Baca juga: Kondisi Tubuh Alyssa Daguise Tuai Nyinyiran Usai Melahirkan, Istri Al Ghazali Jawab: Bounce Back

Tak hanya itu, istri Irwan Mussry itu mengatakan bahwa dirinya juga mulai memasuki masa menopause. 

Kondisi tersebut, menurutnya, ikut memengaruhi perubahan pada tubuhnya.

"Ditambah mulai menopause," sambung Maia.

Maia pun tak bisa menyembunyikan rasa herannya melihat angka di timbangan yang terus bertambah. 

Ia menggambarkan kenaikan berat badannya dengan perumpamaan yang cukup menggelitik.

"Berat badan ajeee gileeeee... Naik kayak pesawat roket," tutupnya. 

Apa yang Dimaksud dengan Menopause?

Menopause adalah waktu yang menandai berakhirnya siklus menstruasi seorang wanita.

Dikutip dari laman BBC Good Food, seorang wanita mencapai menopause ketika dia tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

Kondisi ini adalah proses biologis alami yang umumnya disebabkan karena hormon reproduksi menurun secara alami.

Namun, menopause juga bisa disebabkan karena pembedahan yang mengangkat ovarium (ooforektomi), kemoterapi dan terapi radiasi, serta insufisiensi ovarium primer.

Menopause dapat terjadi pada usia 40-an atau 50-an. Namun penting untuk ditekankan bahwa menopause tidak hanya mempengaruhi wanita di usia paruh baya.

Sekitar satu dari 100 wanita dapat mengalami menopause sebelum usia 40 tahun, dan satu dari 1.000 wanita sebelum usia 30 tahun.

Kondisi tersebut dikenal sebagai premature ovarian insufficiency (insufisiensi ovarium prematur).

Gejala menopause

Dikutip dari laman Mayo Clinic, pada bulan atau tahun-tahun menjelang menopause (perimenopause), seorang wanita mungkin mengalami tanda dan gejala berikut:

  •     Haid tidak teratur
  •     Kekeringan pada vagina
  •     Hot flashes, yakni kondisi panas yang muncul secara tiba-tiba
  •     Sensasi panas dingin, demam, dan menggigil
  •     Berkeringat di malam hari
  •     Mengalami masalah tidur
  •     Perubahan suasana hati
  •     Pertambahan berat badan dan metabolisme melambat
  •     Rambut menipis dan kulit kering
  •     Hilangnya kepenuhan payudara.

Tanda dan gejala tersebut di atas, termasuk perubahan menstruasi bisa berbeda-beda pada setiap wanita.

Tahapan menopause

Menopause alami adalah berakhirnya menstruasi secara permanen dan bukan terjadi karena jenis perawatan medis apa pun.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, proses menopause alami terjadi dalam tiga tahap, yakni:

1. Perimenopause

Perimenopause atau “transisi menopause” dapat dimulai 8 hingga 10 tahun sebelum menopause ketika ovarium Anda secara bertahap memproduksi lebih sedikit estrogen.

Biasanya dimulai ketika Anda berusia 40-an. Perimenopause berlangsung hingga menopause, saat ovarium berhenti melepaskan sel telur.

Dalam satu hingga dua tahun terakhir perimenopause, penurunan estrogen semakin cepat. Tapi, Anda masih mengalami siklus menstruasi selama ini dan bisa hamil.

2. Menopause

Menopause adalah keadaan di mana wanita tidak lagi mengalami menstruasi. Pada tahap ini, indung telur berhenti melepaskan sel telur dan berhenti memproduksi sebagian besar estrogen.

Penyedia layanan kesehatan akan mendiagnosis menopause ketika Anda tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

3. Pascamenopause

Ini adalah nama yang diberikan pada saat Anda tidak mengalami menstruasi selama satu tahun penuh (atau seumur hidup Anda setelah menopause).

Selama tahap ini, beberapa gejala menopause mungkin membaik. Namun, beberapa orang terus mengalaminya selama satu dekade atau lebih setelah transisi menopause.

Akibat rendahnya kadar estrogen, wanita pada fase pascamenopause berisiko lebih tinggi mengalami beberapa kondisi kesehatan, seperti osteoporosis dan penyakit jantung.

(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.