TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Arman (27) warga Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, tewas tenggelam di Pelabuhan Larea Rea.
Pelabuhan Larea Rea adalah pelabuhan kelas III berada di Jl Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, empat kilometer dari pusat Kota Sinjai.
Pelabuhan ini berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan kapal feri antarpulau, pelabuhan niaga untuk bongkar muat barang, serta pusat kegiatan nelayan setempat.
Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave, mengatakan Arman meninggalkan rumahnya di Desa Talle, Sabtu (4/7/2026) tanpa sepengetahuan keluarga.
“Korban meninggalkan rumahnya sekitar pukul 12:30 Wita," ujar Andi Octave.
Baca juga: Korban Tenggelam di Pelabuhan Larea Rea Sinjai Ditemukan Meninggal
Sekitar pukul 14.29 Wita, seorang pekerja di Pelabuhan Larea Rea melaporkan adanya orang tenggelam di kawasan pelabuhan.
“Sekitar dua jam kemudian, ada laporan masuk ke Posko adanya orang tenggelam di Pelabuhan Larea Rea Sinjai,” ujarnya.
Personel BPBD bersama Satpolair Polres Sinjai mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Di sekitar lokasi kejadian, petugas juga menemukan sebuah sepeda motor milik korban.
Motor terparkir di area pelabuhan.
Kendaraan itu merupakan Yamaha Jupiter berwarna biru dengan nomor polisi DW 3312 VM.
Selain sepeda motor, terdapat sebuah helm berwarna hitam yang diletakkan di atas kaca spion kendaraan tersebut.
Sementara sepasang sandal berwarna hitam ditemukan berada di sekitar motor.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat terlihat berada di sekitar dermaga sebelum jatuh ke laut,” ujarnya.
Pekerja pelabuhan sempat melemparkan jerigen sebagai alat bantu agar korban dapat bertahan, namun korban diduga tidak sempat meraihnya.
“Korban sempat dibuangkan jerigen, tetapi tidak sempat mengambilnya,” katanya.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengidap gangguan kejiwaan.
“Keterangan keluarganya korban ini mengidap gangguan jiwa,” ujarnya.
Jasad korban ditemukan di bawah dermaga Pelabuhan Larea Rea, sekitar 10 meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Korban ditemukan oleh tim gabungan yang melakukan pencarian menggunakan perahu.
Tim gabungan terdiri dari personel Sat Polairud Polres Sinjai, Sat Polairud Polda Sulawesi Selatan, Pos TNI AL Sinjai, BPBD Sinjai, serta Syahbandar Sinjai.
Proses evakuasi berlangsung dramatis.
Tingginya konstruksi dermaga membuat tim tidak dapat mengangkat jenazah langsung ke atas pelabuhan.
Tim gabungan kemudian membawa jenazah menggunakan perahu menuju Muara Sungai Tangka untuk memudahkan proses evakuasi.
Setelah berhasil dievakuasi di muara sungai, jenazah dibawa menggunakan kendaraan dinas BPBD Sinjai menuju rumah duka di Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan.
Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan maupun pelabuhan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berada di sekitar perairan,” katanya.
Iptu Agus juga meminta keluarga untuk memberikan pengawasan lebih terhadap anggota keluarga yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, termasuk gangguan kejiwaan, agar tidak beraktivitas seorang diri di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatannya.
“Bagi keluarga yang memiliki anggota dengan kondisi khusus, diharapkan memberikan pendampingan dan pengawasan sehingga kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.