TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sampai kapan pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat akan berlangsung?
PT PLN (Persero) memastikan proses perbaikan sistem kelistrikan masih terus dilakukan dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu sebelum pasokan listrik kembali normal.
Sejak 2 Juli 2026, sejumlah wilayah di Kalbar mengalami pemadaman bergilir akibat penurunan kemampuan pasok daya pada sistem kelistrikan.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan gangguan tersebut disebabkan oleh kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.
Akibat gangguan tersebut, kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal.
Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai kebutuhan operasional.
Mukhlis menegaskan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara.
• Internet Hilang Saat Listrik Padam, Warga Desa Kapur Desak Kepastian dari PLN
Menurutnya, stok energi primer saat ini dalam kondisi aman.
Oleh karena itu, PLN mengestimasi waktu perbaikan mencapai seminggu.
"Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan," kata Mukhlis kepada TribunPontianak.co.id, melalui pesan WhatsApp, pada Sabtu 4 Juli 2026.
Sektor pelayanan publik di Kota Pontianak kembali menghadapi tantangan serius. Pemadaman listrik berkala dan terjadwal yang melanda sejumlah wilayah pada Sabtu, 4 Juli 2026, memicu efek domino yang langsung memukul operasional Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.
Akibat hilangnya pasokan daya utama, sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) vital di kota ini mengalami kelumpuhan produksi, yang berpotensi menghentikan total distribusi air bersih ke ribuan pelanggan.
Ketergantungan infrastruktur pengolahan air bersih terhadap stabilitas energi listrik menjadi titik krusial dalam dinamika ini.
Saat interupsi daya terjadi, seluruh sistem mekanis, mulai dari pompa intake, proses filtrasi, hingga pompa distribusi secara otomatis mandek.
Office Administrator Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Firman, mengonfirmasi bahwa terhentinya pasokan listrik dari hulu ini membuat proses produksi air di sejumlah instalasi strategis tidak dapat berjalan normal.
Dampak yang paling instan dirasakan di sisi hilir adalah penurunan tekanan hidrolik pada pipa-pipa utama, yang berujung pada keringnya keran-keran air di rumah pelanggan.
"Operasional instalasi pengolahan air sangat bergantung pada pasokan listrik. Ketika terjadi pemadaman, proses produksi ikut terhenti sehingga distribusi kepada pelanggan juga terdampak," kata Firman, kepada Tribunpontianak.co.id, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
• Pengusaha Laundry Pontianak Terpaksa Ubah Pola Kerja Akibat Gangguan Listrik di Kalbar
Komisi IV DPRD Kalbar membuka kemungkinan untuk memanggil pihak PLN dalam agenda rapat kerja resmi apabila persoalan pemadaman tersebut tidak kunjung membaik.
Anggota DPRD Kalbar Komisi IV, Ritaudin, menegaskan bahwa lembaga legislatif akan terus melakukan fungsi pengawasan secara ketat di lapangan.
Apabila dalam proses pemantauan ditemukan adanya ketidaksesuaian prosedur dalam pelayanan kelistrikan, pihak dewan mendesak PLN untuk segera melakukan langkah perbaikan mendasar.
"Kalau kondisinya tidak berubah, nanti kita panggil pihak PLN melalui rapat kerja Komisi IV untuk meminta penjelasan secara langsung," kata Ritaudin saat memberikan keterangan kepada media melalui sambungan telepon, Jumat, 3 Juli 2026. (*)