Riyad Mahrez Putus Kontrak dengan Al-Ahli Setelah Umumkan Pensiun dari Timnas Aljazair di Tengah Spekulasi Transfer yang Meningkat
Hendra Wijaya July 05, 2026 08:44 AM

Riyad Mahrez resmi meninggalkan Al-Ahli setelah klub raksasa Liga Pro Saudi itu mengumumkan pemutusan kontraknya pada hari Sabtu. Kepergian mengejutkan ini terjadi tidak lama setelah mantan pemain sayap Manchester City tersebut mengonfirmasi pensiunnya dari sepak bola internasional usai tersingkirnya Aljazair dari Piala Dunia.

Al-Ahli mengonfirmasi kepergian Mahrez

Klub Liga Pro Saudi, Al-Ahli, telah memastikan bahwa Mahrez meninggalkan klub tersebut dengan segera, mengakhiri masa baktinya selama tiga tahun di Jeddah. Klub itu merilis pernyataan resmi di media sosial untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pemain berusia 35 tahun tersebut, yang bergabung dari Manchester City pada musim panas 2023.

Dalam pesan perpisahan yang penuh emosi di X, klub menulis: “Tiga tahun yang tak terlupakan. Begitu banyak momen ajaib. Warisan yang akan selalu hidup di hati setiap penggemar Al Ahli.”

Meskipun pernyataan klub bernada hangat, laporan menyebutkan bahwa keputusan ini menimbulkan ketegangan di kalangan sebagian penggemar yang berharap Mahrez tetap bertahan hingga akhir kontraknya.

Pensiun dari tim nasional menjadi awal babak baru

Berita kepergiannya dari klub datang tak lama setelah pengumuman emosional Mahrez mengenai masa depannya bersama tim nasional Aljazair. Setelah kekalahan 2-0 dari Swiss pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, penyerang veteran itu mengonfirmasi bahwa masa pengabdiannya untuk Les Fennecs telah berakhir. Ini menjadi penutup karier internasional selama 12 tahun, di mana ia mencatat 119 penampilan dan membawa negaranya meraih gelar Piala Afrika (AFCON) pada tahun 2019.

Dalam pernyataannya kepada media, Mahrez mengakui: “Itu adalah penampilan terakhir saya bersama tim nasional. Itu adalah pertandingan terakhir saya.”

Waktu kepergiannya dari Al-Ahli menunjukkan bahwa sang pemain tengah memulai kembali kariernya dari awal, kini berstatus bebas transfer sementara spekulasi mengenai masa depannya mulai merebak di Eropa dan wilayah lainnya.

Masa sukses penuh trofi di Jeddah

Selama di Al-Ahli, Mahrez menjadi sosok sentral dalam kesuksesan tim, berkontribusi besar terhadap raihan trofi klub. Ia meninggalkan klub dengan dua gelar AFC Champions League Elite dan satu Piala Super Saudi, menjadikannya salah satu pemain paling produktif dalam sejarah liga tersebut. Statistiknya pun mengesankan, dengan torehan 37 gol dan 50 assist dalam 122 pertandingan di semua kompetisi.

Bintang asal Aljazair itu menjadi nama besar terbaru yang meninggalkan klub pada musim panas ini, seiring dewan klub berupaya melakukan perombakan besar-besaran terhadap skuad. Ia mengikuti jejak mantan gelandang AC Milan dan Barcelona, Franck Kessie, yang lebih dulu hengkang, sementara rumor menyebutkan bek asal Brasil, Roger Ibanez, bisa menjadi pemain berikutnya yang dilepas dalam proyek pembangunan ulang tim di bawah manajemen saat ini.

Masa depan sang mantan bintang City

Sementara Al-Ahli bersiap masuk ke bursa transfer untuk mencari pengganti dengan nama besar, masa depan Mahrez masih menjadi bahan pembicaraan hangat. Laporan terbaru mengaitkan pemain sayap tersebut dengan kemungkinan kepindahan ke Super Lig Turki, dengan Fenerbahce disebut sebagai calon tujuan. Selain itu, ada pula peluang bagi Mahrez untuk kembali ke sepak bola Prancis, tempat ia memulai kariernya bersama Le Havre sebelum mencatat kisah sukses besar di Leicester City.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.