TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,3 di wilayah Waikabubak, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (5/7/2026) pagi.
Getaran gempa tercatat terjadi pada pukul 06.54 WIB.
Pusat gempa berada pada koordinat titik 9,58 Lintang Selatan (LS) dan 119,46 Bujur Timur (BT).
Pusat getaran tersebut berlokasi di darat/laut pada jarak sekitar 10 kilometer arah Timur Laut Waikabubak, NTT.
Kedalaman gempa ini tergolong sangat dangkal, yakni berada di kedalaman 1 kilometer di bawah permukaan bumi.
BMKG menegaskan bahwa informasi terkait gempa bumi ini mengutamakan kecepatan.
"Sehingga hasil pengelolaan data belum stabil dan berubah seiring kelengkapan data," terang BMKG melalui akun X BMKG.
Catatan:
Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah.
Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.
Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.
Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.
Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.
BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.
Tanah lunak dapat memperkuat guncangan, sedangkan tanah keras atau batuan padat cenderung meredam getaran.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini