TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju memasang garis polisi (police line) di lokasi penikaman berdarah yang terjadi di depan King Karaoke, Jalan Diponegoro, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (4/6/2026).
Pantauan di lokasi, garis polisi membentang di sekitar area tempat terjadinya insiden yang menewaskan seorang warga dan menyebabkan seorang anggota TNI mengalami luka tusuk di punggung itu.
Baca juga: Unik! Ibu Asal Desa Tasokko Mamuju Tengah Lahirkan 4 Bayi Kembar 2 Laki-laki dan 2 Perempuan
Baca juga: Pemprov Turunkan Alat Berat Perbaiki Jalan Poros Salutambung – Mambi Mamasa
Seorang personel Polresta Mamuju yang membenarkan pemasangan garis polisi tersebut.
"Dipasang kemarin sore," ujar seorang personel kepolisian kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (5/7/2026).
Pemasangan garis polisi dilakukan untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus memudahkan proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Sebelumnya, insiden berdarah tersebut terjadi pada Sabtu (4/7/2026) dini hari di depan area parkir King Karaoke, Jalan Diponegoro, Mamuju.
Peristiwa itu mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia, sementara seorang anggota TNI mengalami luka tusuk.
Polresta Mamuju telah mengamankan seorang pemuda berinisial MAF (20) yang diduga sebagai pelaku utama penikaman.
Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sebilah badik yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
Hingga kini, penyidik Satreskrim Polresta Mamuju masih terus mendalami motif dan kronologi lengkap peristiwa dengan memeriksa sejumlah saksi serta melengkapi alat bukti.
Peristiwa tersebut yang terjadi sekitar pukul 02.44 Wita tersebut mengakibatkan korban seorang pria berinisial T (53), warga Kelurahan Binanga, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di RS Bhayangkara Mamuju.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka sayat pada tangan kiri serta luka tusuk di bagian perut kiri atas yang menyebabkan perdarahan hebat.
Selain korban meninggal, dua orang lainnya juga mengalami luka. Korban berinisial K (41), anggota TNI, mengalami dua luka tusuk pada bagian punggung dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Manakarra dalam kondisi sadar.
Sementara D (24), warga Kelurahan Karema, mengalami luka dan nyeri pada bahu kiri serta telah mendapatkan perawatan medis.
Dari hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika D mengaku menjadi korban pemukulan di salah satu tempat hiburan malam.
Saat keluarganya mendatangi lokasi untuk mencari informasi, mereka menemukan sekelompok orang terlibat perkelahian.
Tidak lama kemudian, seorang pria ditemukan tergeletak bersimbah darah dan segera dievakuasi ke rumah sakit.
Berdasarkan hasil Visum et Repertum Tim Forensik Biddokkes Polda Sulbar, korban meninggal mengalami luka tusuk pada bagian perut yang diduga menyebabkan perdarahan masif.
Dalam penanganan kasus ini, Polresta Mamuju telah mengamankan barang bukti sebilah badik dan seorang pria berinisial M.A.F. (20), warga Kelurahan Karema, yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. (*)