Materi MPLS Pengenalan Kurikulum Merdeka Jenjang SD, SMP Hingga SMA/SMK Tahun Ajaran 2026/2027
SRIPOKU.COM - Sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka wajib mengetahui bahwa dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), terdapat beberapa materi penting yang harus diberikan atau dipelajari oleh peserta didik baru.
Sebagai informasi, pelaksanaan MPLS dilakukan selama 3 hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran.
Kegiatan ini wajib dilaksanakan pada hari sekolah dan di dalam jam pelajaran. Adapun penyelenggara teknis kegiatan MPLS adalah Guru, yang dapat dibantu oleh siswa (seperti Pengurus OSIS).
Baca juga: Materi MPLS Pendidikan Karakter Jenjang SD, SMP Hingga SMA/SMK Tahun Ajaran 2026/2027
Bagi sekolah yang melaksanakan kegiatan MPLS namun ternyata belum memiliki persiapan matang terkait materi yang selaras dengan Kurikulum Merdeka atau Sekolah Penggerak, tidak perlu khawatir.
Dikutip dari buku saku pelaksanaan MPLS untuk sekolah pengguna Kurikulum Merdeka maupun Sekolah Penggerak, ada 9 materi inti yang harus diberikan kepada calon peserta didik baru, di antaranya:
- Wawasan Wiyata Mandala
- Kegiatan Kesiswaan (Intrakurikuler seperti OSIS, maupun Ekstrakurikuler seperti Kepramukaan, UKS, Seni, Olahraga, dll)
- Pendidikan Karakter
- Cara Belajar Efektif
- Pengenalan Budaya Lokal
- Pengenalan tentang Kurikulum Merdeka
- Kebijakan Kurikulum Merdeka
- Pengenalan Profil Pelajar Pancasila
- Anti Bullying (Anti Perundangan)
Apa itu Kurikulum Merdeka?
Untuk mendukung visi pendidikan Indonesia, dan sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel. Kurikulum ini berfokus pada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.
Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah:
- Fokus pada materi esensial sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih mendalam.
- Waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks nyata yang dikemas dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
- Capaian pembelajaran per fase dan jam pelajaran yang fleksibel guna mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan pelajar serta kondisi satuan pendidikan.
- Memberikan fleksibilitas bagi pendidik disertai dukungan perangkat ajar serta materi pelatihan untuk mengembangkan kurikulum satuan pendidikan dan melaksanakan pembelajaran berkualitas.
- Mengedepankan gotong royong dengan seluruh pihak untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara menyeluruh.
Prinsip Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka mencakup tiga tipe kegiatan pembelajaran utama yang wajib diketahui oleh siswa baru:
- Pembelajaran Intrakurikuler: Dilakukan secara terdiferensiasi sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Hal ini juga memberikan keleluasaan bagi guru untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya.
- Pembelajaran Kokurikuler: Berupa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang berprinsip pada pembelajaran interdisipliner, berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum siswa.
- Pembelajaran Ekstrakurikuler: Dilaksanakan sesuai dengan minat murid dan ketersediaan sumber daya di satuan pendidikan masing-masing.
Dalam penerapannya, alokasi jam pelajaran pada struktur kurikulum dituliskan secara total dalam satu tahun. Muatan capaian pembelajaran dapat dikelola oleh pendidik sebagai mata pelajaran tersendiri, tematik, integrasi, maupun sistem blok.
3 Tahapan Siklus Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka merupakan sebuah siklus yang bergerak melalui tiga tahapan penting berikut:
1. Asesmen Diagnostik: Guru melakukan asesmen awal untuk mengenali potensi, karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan, dan tahap pencapaian pembelajaran murid. Hasil dari asesmen pada awal tahun pelajaran ini digunakan untuk merancang perencanaan metode pembelajaran yang paling sesuai.
2. Perencanaan: Guru menyusun proses pembelajaran yang selaras dengan hasil asesmen diagnostik, termasuk melakukan pengelompokan murid berdasarkan tingkat kemampuan mereka.
3. Pembelajaran: Selama proses belajar mengajar, guru mengadakan asesmen formatif secara berkala untuk memantau progres murid. Pada akhir proses, guru dapat melakukan asesmen sumatif sebagai bentuk evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran.
6 Dukungan Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Sekolah
Untuk memastikan kelancaran implementasi kurikulum ini, pemerintah menyediakan 6 pilar dukungan strategis bagi satuan pendidikan:
- Platform Merdeka Mengajar (PMM): Menyediakan beragam topik pelatihan mandiri, referensi Perangkat Ajar (Panduan, Capaian Pembelajaran, dan Alur Tujuan Pembelajaran), serta sumber belajar digital yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.
- Seri Webinar (Pusat dan Daerah): Pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah rutin menyelenggarakan webinar untuk berbagi praktik baik (best practice) serta informasi terkini seputar kurikulum bagi unsur pendidik.
- Komunitas Belajar: Wadah bagi para pendidik di tingkat sekolah, daerah, maupun daring untuk memfasilitasi proses refleksi, belajar, dan berbagi bersama dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
- Narasumber Berbagi Praktik Baik: Rekomendasi narasumber dari pusat yang berasal dari sesama pendidik teruji yang telah sukses mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Mereka dapat dihubungi secara resmi melalui PMM.
- Mitra Pembangunan: Dukungan dari organisasi, lembaga, dunia usaha, hingga dunia industri secara mandiri dan sukarela untuk mengawal proses belajar komunitas di daerah.
- Pusat Layanan Bantuan (Helpdesk): Fasilitas bagi pendidik dan kepala sekolah untuk mengonfirmasi pemahaman atau mengajukan pertanyaan langsung. Layanan resmi bantuan ini dapat diakses melalui nomor WhatsApp: 0812-8143-5091.
Melalui materi pengenalan Kurikulum Merdeka saat MPLS ini, para siswa baru diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dengan iklim belajar baru yang lebih fleksibel, aktif, kreatif, dan menyenangkan.***