'Cristiano Ronaldo Menyandera Portugal' - Zlatan Ibrahimovic Beri Kritik Tajam pada Penyerang Al-Nassr Usai Kemenangan Tipis atas Kroasia
Dewi Rahayu July 05, 2026 01:25 PM

Zlatan Ibrahimovic mempertanyakan peran Cristiano Ronaldo di tim nasional Portugal, dengan menyatakan bahwa penyerang veteran tersebut dipilih lebih karena faktor nostalgia daripada kinerja aktual. Mantan penyerang Swedia itu menilai bahwa Goncalo Ramos telah membuktikan Portugal seharusnya melangkah maju setelah mencetak gol kemenangan melawan Kroasia.

Ibrahimovic pertanyakan posisi Ronaldo

Ibrahimovic melontarkan kritik tajam terhadap peran Ronaldo di tim nasional Portugal setelah pasukan Roberto Martinez menang 2-1 atas Kroasia. Berbicara sebagai pundit di Fox Sports, mantan penyerang AC Milan dan Manchester United itu berpendapat bahwa Portugal tidak dapat berharap meraih gelar besar jika masih mengandalkan Ronaldo yang kini berusia 41 tahun sebagai ujung tombak. Ia menegaskan bahwa bintang Al-Nassr tersebut dipilih lebih karena status dan reputasinya daripada performa saat ini.

Ibrahimovic beri penilaian keras

Ibrahimovic menggunakan kemenangan Portugal atas Kroasia itu untuk mempertanyakan keyakinan Martinez yang terus menaruh kepercayaan kepada Ronaldo. Ia menilai kontribusi penting dari Goncalo Ramos menunjukkan perlunya perubahan di lini depan, dan menuding bahwa Portugal justru menahan diri mereka sendiri dengan terus bergantung pada sang kapten.

“Para penggemar Portugal bisa saja sudah memperkirakan apa yang terjadi,” ujar Ibrahimovic. “Anda tidak bisa berharap memenangkan apa pun pada 2026 dengan Cristiano Ronaldo berusia 41 tahun sebagai penyerang utama. Terlebih lagi ketika Ramos duduk di bangku cadangan, lalu masuk dan mencetak gol.”

“Ini bukan ‘kepemimpinan legendaris’. Ini adalah ego yang menyandera tim. Ronaldo telah kehilangan sentuhan dan mobilitasnya. Sekarang dia hanya berada di dalam kotak penalti... Pada titik ini, auranya lebih menopang dirinya dibandingkan kakinya. Terus menurunkannya sebagai starter hanyalah tindakan gila yang didorong oleh nostalgia.”

Lolos dari ancaman Kroasia

Sementara perdebatan internal mengenai peran Ronaldo masih berlangsung, Portugal bisa dibilang beruntung dapat melaju melewati babak 32 besar. Pertandingan di Toronto itu diwarnai kontroversi, terutama setelah gol telat Josko Gvardiol dianulir karena offside usai tinjauan panjang dari VAR. Keputusan tersebut membuat pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, sangat marah karena timnya kehilangan peluang menyamakan kedudukan pada menit ke-113.

Ronaldo sempat menjadi sorotan ketika berhasil mengeksekusi penalti yang menyamakan kedudukan setelah Ivan Perisic membawa Kroasia unggul. Namun, Selecao akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Ramos di detik-detik terakhir pertandingan.

Spanyol jadi ujian berat berikutnya

Portugal kini bersiap menghadapi Spanyol di babak 16 besar, pertandingan yang diperkirakan akan semakin memperbesar sorotan terhadap keputusan Martinez dalam menentukan susunan pemain. Masih harus dilihat apakah pelatih asal Portugal itu akan mengambil keputusan besar untuk mencadangkan Ronaldo, atau tetap mempercayakan lini serang kepadanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.