Gustavo Puerta Jadi Jantung Baru Lini Tengah Kolombia, Adam: Mentalitasnya Juara Banget!
Rivaldi Ade Musliadi July 05, 2026 01:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Panggung Piala Dunia FIFA 2026 menjadi saksi lahirnya bintang baru di lini tengah Timnas Kolombia. 

Di balik kesuksesan skuad berjuluk La Sele menembus babak 16 besar, nama gelandang muda berusia 22 tahun, Gustavo Puerta, kini mendadak jadi buah bibir dunia sepak bola.

Bertanding di Kansas City Stadium dalam laga babak 32 besar melawan Ghana, Gustavo Puerta tampil menggila dan sukses mencuri perhatian 40.000 suporter Kolombia yang memadati stadion. 

Pemain yang tak kenal lelah ini menjelajahi setiap sudut lapangan, melakukan pressing tanpa henti, serta mengatur ritme permainan dengan sangat brilian.

Penampilan spartan Puerta dalam kemenangan 1-0 atas Ghana semakin membuktikan mengapa pelatih Nestor Lorenzo berani bertaruh menaruh kepercayaan besar padanya di atas gelandang senior Richard Rios. 

Puerta kini resmi menjelma menjadi jantung baru yang mengalirkan energi bagi permainan Kolombia.

Komentar Warga Pontianak: Penampilan Kolombia Paling Menghibur!

Performa impresif yang ditunjukkan oleh anak asuh Nestor Lorenzo, khususnya performa luar biasa Gustavo Puerta, menuai decak kagum dari pencinta bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

• Kolombia Jaga Rekor Tak Terkalahkan, Ghana Angkat Koper dari Babak 32 Besar

Adam, salah seorang warga Pontianak yang rutin memantau jalannya Piala Dunia 2026, mengaku sangat menikmati gaya bermain yang diusung oleh timnas Kolombia kali ini.

"Penampilan Kolombia di Piala Dunia 2026 ini menurut saya adalah salah satu yang paling menghibur. Mereka bermain sangat kolektif, taktis, dan transisinya luar biasa cepat. Yang paling bikin kaget ya si anak muda Gustavo Puerta itu. Di usia yang baru 22 tahun, mentalitasnya sudah seperti pemain senior yang kenyang pengalaman. Dia tidak canggung mengatur ritme di samping nama besar seperti James Rodriguez. Kolombia benar-benar bermain dengan hati, dan anak muda ini adalah motor utamanya. Mentalitas mereka juara banget!" puji Adam saat diwawancarai Tribun Pontianak.

Bermain dengan Sepenuh Hati dan Jiwa

Fleksibilitas taktik menjadi kekuatan utama Puerta di atas lapangan. 

Di bawah arahan Lorenzo, ia mampu menjelma menjadi pemain serbabisa yang mampu diplot di sayap kanan, sayap kiri, hingga gelandang bertahan jangkar.

“Pelatih ingin saya menjadi pemain serbaguna sebisa mungkin. Sejujurnya, saya merasa sangat nyaman. Kami adalah tim yang bermain dengan sepenuh Hati dan Jiwa. Kami memberikan yang terbaik di lapangan dan berjuang untuk setiap bola seolah-olah itu adalah bola terakhir kami,” ujar Puerta kepada FIFA usai laga emosional melawan Ghana.

Pelatih Nestor Lorenzo sendiri mengakui bahwa dirinya sudah memantau bakat Puerta sejak sang pemain masih merumput di divisi dua Kolombia bersama Bogota FC, sebelum akhirnya berkelana ke klub-klub Eropa seperti Bayer Leverkusen, FC Nuremberg, Hull City, hingga menetap di Racing de Santander.

"Kami selalu melihatnya sebagai gelandang yang komplet: cerdas, penuh karakter, dan sangat dewasa untuk usianya. Dia tahu persis kapan harus mengurangi intensitas permainan dan kapan harus meningkatkan kecepatan," puji Lorenzo.

Tetap Membumi Menuju Babak 16 Besar

Meskipun banjir pujian datang dari media sosial, rekan setim seperti Santiago Arias, hingga para fans di seluruh penjuru dunia, Puerta memilih untuk tidak jemawa dan tetap membumi.

“Saya sangat rendah hati tentang hal itu. Saya sangat senang mendengar orang-orang berbicara tentang saya seperti itu. Tapi, saya harus tetap fokus pada apa yang benar-benar penting, yaitu Piala Dunia. Saya hanya ingin terus membantu tim,” tegas Puerta secara dewasa.

Dengan kontribusi magis dari Gustavo Puerta, Kolombia kini menatap laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Swiss. 

Publik kini menanti, sejauh mana sang jantung baru mampu membawa La Sele terbang tinggi di turnamen sepak bola terakbar di jagat raya ini. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.