Kediri Mapan Expo 2026 Jadi Etalase Potensi Investasi dan Penggerak Ekonomi Daerah
Rendy Nicko July 05, 2026 01:49 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kediri Mapan Expo 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kota Kediri sebagai ajang memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga investor.

Kegiatan yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri itu digelar pada 3-4 Juli 2026 di Halaman Balai Kota Kediri dan menampilkan beragam potensi ekonomi kreatif, UMKM, hingga pelayanan publik.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengatakan expo tersebut bukan sekadar pameran, melainkan wadah untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kota Kediri kepada masyarakat maupun calon investor. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Tentunya kegiatan ini merupakan sarana bagi kita bersama untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki Kota Kediri. Harapannya Expo ini menjadi ruang sinergi baik antara pemerintah, pelaku usaha, maupun investor. Saya percaya dengan adanya sinergi yang baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Kediri," kata Vinanda saat menghadiri Kediri Mapan Expo 2026, Sabtu (4/7/2026) malam.

Baca juga: Ribuan Pecinta Vespa Smallframe Jelajahi Kota Kediri, Kenalkan Wisata untuk Dongkrak Ekonomi Lokal

Ia menjelaskan, peringatan Hari Jadi Kota Kediri tahun ini mengusung tema Sinergi Lintas Generasi, Mengalir dengan Inovasi, Teguh dalam Tradisi. Tema tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antargenerasi dalam menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi identitas daerah.

Menurut Vinanda, semangat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kediri Mapan Expo yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, asosiasi profesi, hingga masyarakat. Kolaborasi itu diharapkan mampu melahirkan ide, inovasi, dan peluang investasi baru yang berdampak pada peningkatan ekonomi lokal.

Selama dua hari penyelenggaraan, expo menghadirkan beragam kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi dan industri kreatif. Mulai dari Festival Olahan Tahu Takwa, pameran material konstruksi, bazar UMKM, Street Coffee, pameran pelayanan publik, workshop kostum daur ulang, talkshow, hingga berbagai kompetisi kreatif.

"Seluruh kegiatan tersebut kami rancang agar mampu melibatkan berbagai kalangan sekaligus memperlihatkan potensi Kota Kediri dari berbagai sektor," ungkapnya.

Selain memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha, pemerintah juga melibatkan generasi muda melalui Sayembara Poster yang diikuti pelajar SMA, SMK, dan sederajat. Ajang tersebut menjadi sarana menampung gagasan kreatif mengenai pengembangan aset daerah agar memiliki nilai ekonomi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

"Karena anak-anak muda ini nantinya berkontribusi sebagai pencipta masa depan itu sendiri," papar Vinanda.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Kediri Mapan Expo tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai sponsor, mitra, asosiasi profesi, komunitas, pelaku usaha, media, hingga panitia pelaksana. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat daya saing Kota Kediri di berbagai sektor.

"Semoga Kota Kediri senantiasa menjadi kota yang semakin mapan, inovatif, tetap berakar pada tradisi, dan terus menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh masyarakat," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Festival Olahan Tahu Takwa dan Sayembara Poster, serta memberikan apresiasi kepada karang taruna, dewan juri, dan peserta terjauh Jambore Nasional Smallframe Indonesia yang berasal dari Kalimantan Timur dan Solo. 

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.