TRIBUNSTYLE.COM - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein menuai pro kontra sejak beberapa waktu terakhir.
Hal itu dipicu karya musiknya yang dirilis pada Januari 2026 lalu. Om Zein merilis lagu berbahasa Sunda yang berjudul Lalaki Langit Lelanang Bejad.
Lirik dari lagu tersebut cukup kontroversial karena dinilai merendahkan martabat kaum perempuan.
Usai mendengar penjelasan Om Zein, Dedi Mulyadi mengurai nasihat.
Bahwa sebaiknya lagu karya Om Zein tersebut tidak dipublikasikan karena bisa multitafsir.
Lagipula kata KDM, jika memang lagu tersebut berisi pengalaman pribadi yang buruk, kenapa tidak disimpan saja di rumah alias jangan dipublikasikan.
Kendati demikian, KDM memuji sosok Om Zein yang berani jujur dan mengakui bahwa dirinya dulu pernah nakal.
"Pengalaman pribadi sebaiknya dipasang di rumah dalam bentuk karya yang hanya dinikmati diri sendiri. Bapak hari ini adalah Bupati, pejabat publik, maka seluruh ucapan tindakannya akan dipertanggungjawabkan kepada publik," pungkas Dedi Mulyadi.
Lantaran sang Bupati sudah membuat kegaduhan, KDM pun memberikan sanksi kepada Om Zein.
Sanksi tersebut yakni Om Zein harus merenovasi rumah para janda alias single mom di Purwakarta sebanyak 10 orang.
Renovasi tersebut menggunakan uang pribadi Om Zein, bukan pakai uang negara.
"Saya memberikan sanksi sosial, sanksi sosialnya adalah pak Bupati diberikan tugas untuk merenovasi 10 rumah janda tanpa menggunakan APBD di Purwakarta. Itu bagian dari kita memuliakan perempuan," imbuh KDM.
Bukan cuma renovasi, Om Zein juga harus menyekolahkan anak-anak dari para janda tersebut serta mencarikannya pekerjaan.
Hal itu dilakukan agar para ibu yang ditinggal suaminya bisa memiliki penghasilan guna menghidupi anak-anaknya dengan layak.
Baca juga: Tanggapi Kritik Publik, Bupati Purwakarta Resmi Hapus Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejad dari Medsos
"Dan yang direnovasi adalah harus rumah janda yang usianya muda. Kenapa? Justru kalau dia tidak direnovasi, anak-anaknya tidak disekolahkan. Bapak juga diberikan tugas untuk menyekolahkan anaknya. Kalau dia tidak punya penghasilan dalam usia muda, berpotensi dia minimal harus ke luar negeri meninggalkan anak-anaknya. Jadi bapak hari ini cari perempuan yang memiliki anak di bawah umur, mencegah pergi ke luar negeri, dibangun rumahnya, dicarikan pekerjaan, disekolahkan anak-anaknya," ungkap Dedi Mulyadi.
Mendengar sanksi dari KDM, Om Zein pun menyetujuinya.
"Sanggup?" tanya Dedi.
"Sanggup pak," kata Om Zein tegas.
"Nanti dimonitoring oleh kepala pemberdayaan perempuan perlindungan anak, mohon dilaksanakan," imbuh Dedi Mulyadi.
(TribunStyle.com)(TribunnewsBogor.com/khairunnisa)