Mengenal Selakau: Surga Buah Naga di Kabupaten Sambas, Kaya Sejarah, Budaya, dan Potensi Bahari
Rivaldi Ade Musliadi July 05, 2026 02:44 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Terletak di gerbang selatan Kabupaten Sambas, Kecamatan Selakau menyimpan sejuta pesona yang menjadikannya salah satu wilayah paling strategis dan potensial di Kalimantan Barat. 

Wilayah yang dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura terbesar ini memadukan keindahan geografi pesisir dengan kekayaan budaya adat yang masih terjaga lestari hingga hari ini.

Berdasarkan data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat dan portal resmi Pemkab Sambas, Kecamatan Selakau terus bersolek menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui integrasi sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Mari kita bedah lebih dalam mengenai sejarah, keunikan, geografi, komoditas unggulan, serta kultur budaya yang ada di Kecamatan Selakau.

Sejarah Singkat dan Asal-Usul Nama Selakau

Secara historis, Selakau memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan linimasa perkembangan Kesultanan Sambas. 

Sebelum bertransformasi menjadi kecamatan modern, wilayah Selakau merupakan pemukiman penting di pesisir yang menjadi jalur perdagangan strategis.

• Kisah Pilu Lansia 70 Tahun di Sambas: Hidup Sebatang Kara Tanpa Listrik di Rumah Daun yang Bocor

Nama "Selakau" sendiri menurut cerita tutur masyarakat setempat dikaitkan dengan kondisi geografis masa lalu atau aktivitas awal para pendahulu yang mendiami kawasan di sekitar aliran sungai besar wilayah ini. 

Seiring berjalannya waktu dan penataan administrasi daerah, Selakau resmi berdiri menjadi bagian dari wilayah hukum Kabupaten Sambas yang memegang peranan penting sebagai pintu masuk dari arah Kota Singkawang.

Keunikan Selakau: Pluralisme yang Harmonis

Salah satu daya tarik terbesar dari Kecamatan Selakau adalah lanskap sosialnya. Selakau menjadi potret nyata dari miniatur Indonesia di Kabupaten Sambas. 

Di sini, tingkat toleransi antar-etnis tergolong sangat tinggi.

Keunikan lainnya terletak pada bentang alamnya yang lengkap. Dalam satu kecamatan, Anda dapat menemui area pesisir pantai, aliran sungai yang membelah pemukiman, hingga hamparan lahan pertanian subur yang membentang luas. 

Keberagaman ekosistem ini membentuk pola hidup masyarakat Selakau yang adaptif dan kreatif.

Geografi: Gerbang Selatan dan Jalur Strategis Pesisir

Merujuk pada peta geografis Pemkab Sambas, Kecamatan Selakau berbatasan langsung dengan Laut Natuna di sebelah barat dan Kota Singkawang di sebelah selatan. 

Posisi ini menempatkan Selakau di jalur lintas utama Trans-Kalimantan.

Kondisi topografinya didominasi oleh dataran rendah dan kawasan pesisir pantai. 

Kehadiran Sungai Selakau tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengairan bagi ribuan hektare sawah, tetapi juga menjadi urat nadi transportasi bagi para nelayan tradisional untuk bersandar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Komoditas Unggulan: Sentra Buah Naga dan Kejayaan Hortikultura

Jika berbicara tentang komoditas, Selakau adalah rajanya hortikultura di Sambas. Berdasarkan data BPS Kalbar, wilayah ini tercatat sebagai salah satu produsen terbesar untuk beberapa komoditas unggulan:

Buah Naga (Dragon Fruit): Selakau sangat identik dengan perkebunan buah naga. Kualitas buah naga dari tanah Selakau terkenal lebih manis, padat, dan berukuran besar, sehingga secara rutin memasok kebutuhan pasar buah di seluruh Kalimantan Barat.

Pertanian Padi: Didukung oleh tanah aluvial yang subur, kawasan ini menjadi salah satu lumbung padi andalan untuk menopang ketahanan pangan Kabupaten Sambas.

Sektor Bahari dan Perikanan: Sebagai wilayah pesisir, hasil tangkapan laut nelayan Selakau—mulai dari ikan segar, udang, hingga produk olahan seperti terasi Selakau—menjadi penggerak ekonomi utama masyarakat pesisir.

Kultur Adat dan Budaya: Lestari di Tengah Modernisasi

Kekayaan kultur di Kecamatan Selakau lahir dari perpaduan harmonis tiga etnis besar: Melayu, Dayak, dan Tionghoa.

Adat Melayu: Budaya Melayu Sambas sangat kental terasa lewat pelestarian arsitektur rumah panggung, seni musik Tarsul, serta tradisi Saprahan (makan bersama duduk bersila) yang selalu digelar dalam acara pernikahan maupun khitanan.

Etnis Tionghoa & Dayak: Perayaan hari besar keagamaan seperti Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, serta ritual adat Dayak seperti Naik Dango dirayakan dengan penuh sukacita dan saling menghormati, menegaskan identitas Selakau yang damai dalam keberagaman.

Kecamatan Selakau bukan sekadar wilayah perbatasan antar-kabupaten, melainkan sebuah daerah dengan potensi ekonomi mandiri yang sangat luar biasa. 

Dukungan geografi yang strategis, tanah yang subur untuk komoditas buah naga, serta kerukunan budayanya menjadikan Selakau sebagai aset berharga yang akan terus menyokong kemajuan Kabupaten Sambas di masa depan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.