Modul Ajar IPS Kelas 7 SMP Bab 1 Keluarga Awal Kehidupan Kurikulum Merdeka Tahun 2026/2027
Siti Umnah July 05, 2026 02:48 PM

SRIPOKU.COM - Bagi para pendidik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas 7 SMP (Fase D), awal bab di semester satu merupakan fondasi penting untuk membuka cakrawala berpikir kritis siswa mengenai ruang hidup dan interaksi sosial mereka.

Dalam Kurikulum Merdeka, mata pelajaran IPS tidak lagi diajarkan secara terkotak-kotak (sejarah, geografi, ekonomi secara terpisah).

Melalui pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), materi dikemas secara terintegrasi dan kontekstual, dimulai dari lingkungan mikro yang paling dekat dengan keseharian siswa, yaitu Keluarga dan Sejarah Asal-Usul.

Baca juga: Modul Ajar IPA Terpadu Kelas 7 SMP Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning

Untuk mempermudah administrasi mengajar Bapak dan Ibu guru di Platform Merdeka Mengajar (PMM), berikut kami sajikan Contoh Modul Ajar IPS Kelas 7 SMP Bab 1 yang dirancang secara taktis, meaningful, dan siap pakai:

MODUL AJAR IPS KELAS 7 SMP (FASE D)

I. INFORMASI UMUM

  • Nama Penyusun: [Nama Guru]
  • Instansi: [Nama SMP]
  • Tahun Pelajaran: 2026/2027
  • Fase / Kelas: D / VII (Tujuh)
  • Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
  • Bab 1: Keluarga Awal Kehidupan
  • Sub-Materi: Memahami Sejarah Asal-Usul Keluarga (Silsilah)
  • Alokasi Waktu: 2 x 40 Menit (1 Pertemuan)
  • Profil Pelajar Pancasila: Kebinekaan Global (Mengenal identitas budaya keluarga), Bernalar Kritis, dan Mandiri.
  • Sarana & Prasarana: Papan tulis, proyektor, lembar silsilah keluarga kosong, contoh foto keluarga (opsional), dan Buku Siswa IPS Kelas 7 Kurikulum Merdeka.

II. KOMPONEN INTI

A. Capaian Pembelajaran (CP) Elemen: Pemahaman Konsep

Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan keberadaan diri dan keluarga serta lingkungan tempat tinggalnya sebagai bagian dari proses sejarah lokal dan konektivitas antarruang.

B. Tujuan Pembelajaran (TP)

  • TP 1.1: Peserta didik mampu mengidentifikasi asal-usul diri dan silsilah keluarga intinya sendiri secara tepat.
  • TP 1.2: Peserta didik mampu menganalisis bagaimana sejarah atau latar belakang keluarga memengaruhi pembentukan karakter dan nilai-nilai luhur diri mereka saat ini secara kritis.

C. Pertanyaan Pemantik

  • "Apakah kalian tahu dari kota atau desa mana kakek dan nenek kalian berasal?"
  • "Mengapa penting bagi kita untuk mengetahui cerita masa lalu atau silsilah keluarga kita sendiri?"

D. Skenario Kegiatan Pembelajaran (Deep Learning)

1. Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  • Guru membuka pelajaran dengan salam hangat, mengondisikan ketertiban kelas, dan memimpin doa bersama.
  • Apersepsi Bermakna (Mindful Narrative): Guru menceritakan sebuah analogi singkat tentang sebatang pohon.
  • Guru memantik logika sosial siswa: "Sebuah pohon yang tinggi dan berdaun lebat tidak akan bisa berdiri tegak jika tidak memiliki akar yang kuat di dalam tanah. Sama seperti kita manusia, silsilah keluarga adalah 'akar' sejarah yang membentuk siapa kita hari ini. Mari kita cari tahu akar kita masing-masing."

2. Kegiatan Inti (50 Menit)

  • Langkah 1: Eksplorasi Mandiri Silsilah (Mindful Mapping)
  1. Guru membagikan selembar bagan kosong berbentuk "Pohon Silsilah Keluarga" kepada setiap siswa.
  2. Siswa diminta menuliskan nama-nama anggota keluarga inti mereka (Kakek, Nenek, Ayah, Ibu, Kakak, Adik, dan diri sendiri) berdasarkan pengetahuan yang mereka ingat secara mandiri.
  • Langkah 2: Menghubungkan Ruang dan Waktu (Meaningful Connection)
  1. Guru memandu siswa untuk menuliskan asal daerah/suku dari masing-masing garis keturunan ayah dan ibu di bagan tersebut.
  2. Siswa mulai menganalisis secara mendalam melalui studi kasus terbimbing di kelas: "Adakah perbedaan budaya, bahasa daerah, atau kebiasaan yang disatukan di dalam rumah kalian karena perbedaan asal-usul orang tua?"
  • Langkah 3: Refleksi Nilai Keluarga (Deep Thinking)
  1. Siswa duduk berpasangan dengan teman sebangku (think-pair-share) untuk saling menceritakan satu nasihat atau aturan adat dari orang tua mereka yang paling mereka patuhi demi membentuk karakter yang baik.

3. Kegiatan Penutup (15 Menit)

  • Siswa bersama guru menyimpulkan bahwa setiap orang memiliki latar belakang sejarah yang unik, dan menghargai asal-usul adalah bentuk nyata mencintai jati diri.
  • Pesan Akhir Guru: "Mengetahui silsilah bukan untuk menyombongkan keturunan, melainkan untuk menjaga nilai-nilai kebaikan agar tidak terputus di generasi kalian."
  • Kelas diakhiri dengan doa penutup dan merapikan alat tulis.

III. INSTRUMEN EVALUASI: LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bapak/Ibu guru dapat langsung menggandakan draf LKPD silsilah kritis di bawah ini:

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) IPS KELAS 7

Nama Siswa : ............................................................

Kelas / Semester : VII (Tujuh) / 1 (Ganjil)

Materi / Bab : Pohon Silsilah dan Sejarah Asal-Usul Keluarga

Tugas 1: Gambar Pohon Silsilahmu!

Isilah bagan kotak di bawah ini berdasarkan silsilah garis keturunanmu secara jujur!

Tugas 2: Refleksi Kritis Sejarah Lokal

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan pemikiran mendalammu sendiri!

Pertanyaan:

Setiap keluarga pasti memiliki nilai, aturan, atau kebiasaan baik yang selalu diajarkan secara turun-temurun (misalnya: harus berbicara sopan kepada yang lebih tua, harus hemat, atau harus makan bersama).

Tuliskan satu contoh kebiasaan baik atau tradisi di dalam keluargamu, dan jelaskan mengapa kebiasaan tersebut harus tetap kamu pertahankan hingga kamu dewasa nanti!

Jawaban Siswa:

....................................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................................

Kesimpulan

Modul Ajar IPS Kelas 7 SMP Bab 1 berbasis Deep Learning ini menggeser metode belajar sejarah yang dulunya identik dengan hafalan tahun dan nama tokoh besar yang berjarak dari anak.

Dengan membumikan materi ke dalam ruang lingkup sejarah keluarga, siswa akan lebih peka terhadap konsep ruang, waktu, dan interaksi sosial secara alami.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.