TRIBUNMATARAMAN.COM | LAMONGAN - Seorang ibu memang tidak pernah berhenti memikirkan anaknya, dalam keadaan apa pun.
Kalimat itu terasa pas menggambarkan video yang diunggah Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman di akun Instagram pribadinya.
Sosok Mantan Kapolres Blitar itu ramai diperbincangkan karena memperlihatkan kisah seorang ibu lanjut usia yang datang untuk menjenguk anaknya yang sedang tersangkut kasus hukum.
Perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 70 tahun itu datang seorang diri sambil membawa bekal makanan.
Harapannya sederhana, bisa bertemu sang anak dan memastikan keadaannya baik-baik saja.
Sayangnya, harapan itu tidak terwujud.
Baca juga: Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia Piala Dunia 2026 Babak 16 Besar, Siapa Menang?
Saat tiba di lokasi, ia mendapat kabar bahwa anaknya sudah dipindahkan ke tempat penahanan lain.
Mendengar penjelasan tersebut, sang ibu langsung menangis.
Momen itu rupanya membekas di hati AKBP Arif Fazlurrahman.
Dalam video yang diunggahnya, ia mengaku ikut sedih melihat kondisi perempuan tersebut. Bahkan, ia sempat memeluk sang ibu untuk menenangkannya.
"Barusan ada ibu-ibu mau menjenguk anaknya. Usianya sekitar 70 tahun. Beliau tinggal sendiri. Begitu tahu anaknya sudah dipindah, beliau langsung menangis. Saya sampai ikut memeluk beliau," tutur AKBP Arif.
Meski tidak bisa mempertemukan keduanya saat itu, Arif meminta anggotanya menerima titipan makanan yang dibawa sang ibu agar tetap bisa disampaikan kepada anaknya.
Menurutnya, kejadian itu menjadi pengingat bahwa setiap perbuatan seseorang tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga pada orang-orang yang menyayanginya.
Melalui unggahannya, Kapolres Lamongan juga menyampaikan pesan kepada siapa saja yang masih berniat melakukan tindak kejahatan.
"Apa nggak hancur hati kalian kalau melihat orang tua ada di posisi seperti ini? Mereka membesarkan kita dengan penuh harapan supaya kita bisa hidup dengan baik."
Ia mengatakan, kebanyakan orang tua tidak menuntut anaknya menjadi orang sukses atau kaya raya. Yang mereka inginkan hanyalah melihat anaknya hidup dengan baik dan tidak tersandung masalah.
"Mereka cuma ingin melihat anak-anaknya menjalani hidup dengan baik. Masa tega membiarkan mereka datang jauh-jauh hanya untuk menjenguk anak yang berada di balik jeruji?"
Di akhir unggahannya, AKBP Arif menyampaikan pesan singkat yang kemudian banyak mendapat respons dari warganet.
"Kalau tidak bisa membuat orang tua bangga, paling tidak jangan membuat mereka bersedih."
Unggahan itu terbaru sudah mendapatkan ribuan komentar dan likes dari warganet.
(TribunMataraman.com)