Nada Siswi SMAN 1 Cilacap Menembus Paskibraka Nasional
rival al manaf July 05, 2026 04:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga mengantarkan Qothrunnada Azzahra Husna, siswi berusia 16 tahun dari SMA Negeri 1 Cilacap, lolos menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026.

Siswi yang akrab disapa Nada itu menjadi kebanggaan Kabupaten Cilacap setelah berhasil melewati rangkaian seleksi berjenjang yang berlangsung ketat, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Nada merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Mustaqin dan Irma Octaviani yang sejak kecil dikenal sebagai pribadi disiplin, berprestasi, dan memiliki kemampuan di berbagai bidang, termasuk bermain piano.

Selain aktif di dunia akademik, Nada juga gemar memasak, bermain badminton, dan menari sehingga mampu menyeimbangkan prestasi dengan pengembangan bakat yang dimilikinya.

Perjalanan menuju Paskibraka Nasional dimulai dari seleksi tingkat Kabupaten Cilacap yang meliputi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), pemeriksaan kesehatan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kepribadian, hingga tes kesamaptaan.

Setelah meraih peringkat pertama di tingkat kabupaten, Nada melanjutkan perjuangan pada seleksi Provinsi Jawa Tengah yang menambahkan tahapan wawancara, psikotes, dan unjuk bakat sebelum akhirnya masuk tiga besar calon wakil provinsi ke tingkat nasional.

Di tingkat nasional, Nada kembali menjalani seleksi yang tidak kalah berat melalui medical check up (MCU), pemeriksaan kesehatan, PBB, psikotes, wawancara, hingga unjuk bakat.

Meski harus melalui proses seleksi yang panjang, Nada mengaku tidak mengalami kendala berarti karena telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari bersama pelatih dan kedua orang tuanya.

"Alhamdulillah selama proses seleksi saya tidak mengalami kesulitan karena sudah dibekali materi, latihan fisik, serta dukungan dari pelatih dan orang tua sejak awal," ujar Nada, Minggu (5/7/2026).

Momen pengumuman kelulusan menjadi salah satu pengalaman yang paling membekas bagi dirinya karena berhasil membawa nama Cilacap hingga tingkat nasional.

"Saat diumumkan lolos tentu saya sangat terharu, bangga, dan bersyukur karena bisa mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi sampai tingkat nasional," katanya.

Menjelang keberangkatan mengikuti karantina, Nada kini memfokuskan diri menjaga kondisi fisik, kesehatan, serta mempersiapkan mental agar mampu menjalani seluruh rangkaian pelatihan dengan maksimal.

Di balik keberhasilannya, dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar yang selalu mengiringi setiap langkah perjuangannya sejak mengikuti seleksi tingkat kabupaten.

Ayah Nada, Mustaqin, mengatakan keluarga berusaha memenuhi seluruh kebutuhan putrinya, mulai dari fasilitas latihan, bimbingan belajar, hingga memberikan doa dan motivasi tanpa henti.

"Sejak awal kami mendukung penuh, baik dari materi, bimbingan, maupun doa agar Nada bisa menjalani setiap tahapan dengan percaya diri dan memberikan hasil terbaik," tutur Mustaqin.

Menurut Mustaqin, awalnya latihan fisik hanya bertujuan membentuk kesehatan dan kedisiplinan, namun seiring waktu bakat putrinya semakin terlihat hingga mampu menembus Paskibraka Nasional.

"Kami bangga karena perjalanan ini tidak hanya membentuk prestasi, tetapi juga karakter disiplin, sehingga semoga Nada bisa bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara serta menjadi inspirasi bagi generasi muda di Cilacap," ujarnya.

Sementara itu, sang ibu, Irma Octaviani, memiliki peran penting dalam mendampingi proses belajar putrinya, bahkan rela merangkum berbagai materi sebagai bekal menghadapi seleksi.

"Harapan saya setelah mengikuti karantina nanti, semua ilmu dan pengalaman yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk masa depannya," kata Irma.

Irma juga berpesan agar putrinya selalu menjaga kesehatan, tetap rendah hati, menjunjung sopan santun, dan membawa nama baik keluarga, sekolah, serta Provinsi Jawa Tengah selama menjalankan tugas sebagai calon Paskibraka Nasional.

Di sekolah, Nada aktif sebagai anggota Paskibra SMA Negeri 1 Cilacap yang dikenal dengan nama Pastara setelah sebelumnya memiliki pengalaman organisasi sebagai anggota Pramuka Garuda saat duduk di bangku SMP.

Prestasi tersebut semakin memperkuat tekad Nada untuk menggapai cita-citanya menjadi taruna Akademi Kepolisian, Akademi Militer, atau menempuh pendidikan di sekolah kedinasan.

Keberhasilan Nada menjadi bukti bahwa ketekunan, kedisiplinan, dan dukungan keluarga mampu mengantarkan seorang pelajar dari Kabupaten Cilacap mengharumkan nama daerah di panggung nasional. (ray)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.