Sosok A Rahman Wali Kota Bima Lantik Istri dan Ipar Jadi Pejabat, Harta Kekayaan Rp9,1 Miliar
Arie Noer Rachmawati July 05, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Kebijakan mutasi dan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat yang dilakukan oleh Wali Kota Bima, A. Rahman menuai sorotan.

Dalam prosesi yang digelar di Aula Maja Labo Dahu pada Rabu (1/7/2026), A. Rahman melantik puluhan pejabat, termasuk dua orang yang memiliki hubungan keluarga dekat dengannya.

Salah satunya adalah sang istri, Badrah Ekawati, yang dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima.

Sementara itu, iparnya, M Auwalyah, dilantik sebagai Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima.

Penempatan keduanya di posisi strategis memicu berbagai tanggapan dari masyarakat dan menjadi perbincangan luas.

Di tengah sorotan tersebut, publik juga menyoroti harta kekayaan yang dimiliki A. Rahman sebagai kepala daerah.

Baca juga: Rekam Jejak Respati Ardi Wali Kota Solo Pasang Baliho Jokowi, Dulu Bolehkan Bendera One Piece

Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan per 19 Maret 2026 (Periodik 2025), A. Rahman tercatat memiliki total kekayaan bersih senilai Rp 9.100.474.186 tanpa kepemilikan utang sama sekali.

Harta A. Rahman H. Abidin berupa tanah dan bangunan, alat transportasi, hingga kas dan setara kas. 

Ia tercatat tidak memiliki utang.

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 8.213.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 450 m2/250 m2 di KAB / KOTA BIMA, Rp 1.100.000.000
2. Tanah Seluas 275 m2 di KAB / KOTA BIMA, HASIL SENDIRI Rp 275.000.000
3. Tanah Seluas 425 m2 di KAB / KOTA BIMA, HASIL SENDIRI Rp 425.000.000
4. Tanah Seluas 2.500 m2 di KAB / KOTA BIMA, HASIL SENDIRI Rp 65.000.000
5. Tanah Seluas 634 m2 di KAB / KOTA BIMA, HASIL SENDIRI Rp 700.000.000
6. Tanah Seluas 745 m2 di KAB / KOTA BIMA, HASIL SENDIRI Rp 745.000.000
7. Tanah Seluas 400 m2 di KAB / KOTA BIMA, HASIL SENDIRI Rp 600.000.000
8. Tanah Seluas 400 m2 di KAB / KOTA BIMA, Rp 600.000.000
9. Tanah Seluas 470 m2 di KAB / KOTA KOTA BIMA , Rp 470.000.000
10. Tanah dan Bangunan Seluas 371 m2/208 m2 di KAB / KOTA KOTA BIMA , HASIL SENDIRI Rp. 1.000.000.000 2025
11. Tanah Seluas 2.166 m2 di KAB / KOTA KOTA BIMA , HASIL SENDIRI Rp. 1.083.000.000
12. Tanah Seluas 200 m2 di KAB / KOTA KOTA BIMA , HASIL SENDIRI Rp. 50.000.000
13. Tanah Seluas 4.000 m2 di KAB / KOTA BIMA, HASIL SENDIRI Rp 100.000.000
14. Tanah dan Bangunan Seluas 10.769 m2/10.769 m2 di KAB / KOTA BIMA, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000
15. Tanah dan Bangunan Seluas 278 m2/278 m2 di KAB / KOTA KOTA MATARAM , HASIL SENDIRI Rp. 850.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 145.000.000

1. MOBIL, NISSAN X-TRAIL Tahun 2008, HASIL SENDIRI Rp 145.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 203.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 539.474.186

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 9.100.474.186

III. UTANG Rp. ----

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 9.100.474.186.

Baca juga: Profil dan Harta Respati Ardi Wali Kota Solo, Dilaporkan Korupsi karena Baliho Ucapan Ultah Jokowi

Sosok A. Rahman

Pria pemilik nama lengkap Abdul Rahman Haji Abidin ini lahir di Bima, NTB pada 31 Desember 1966. 

Dikutip dari Tribun Sumsel pada Minggu (5/7/2026), sebelum menduduki posisi nomor satu di Kota Bima, ia memiliki rekam jejak politik yang cukup panjang di wilayah NTB.

A. Rahman menjadi Wali Kota Bima sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025.

Sebelum menjadi Wali Kota Bima, Rahman pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat masa jabatan 2019–2024 mewakili Partai Demokrat.

Kemudian, ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bima pada Pilwali Kota Bima 2024, berpasangan dengan Wakil Wali Kota Bima petahana, Feri Sofiyan. 

Mereka berhasil unggul dengan meraih 49.032 suara atau 51,01 persen dari total suara sah.

Dengan perolehan suara tersebut, membawanya menduduki posisi orang nomor satu di Kota Bima. 

Mengenai pendidikannya, A. Rahman menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) di  SD Negeri 3 Bima.

Lulus SD, ia melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 25, lulus pada 1982.

Kemudian, A. Rahman bersekolah di SMA Negeri 1 Bima, lulus 1985.

Di bangku kuliah, ia menempuh pendidikan di Universitas Mataram dengan mengambil jurusan Sarjana Ekonomi lulus pada tahun 1990.

Organisasi

1. HIPMI KOTA BIMA, KETUA BIDANG EKONOMI 2002-2007

2. PARTAI PERSATUAN DEMOKRASI KEBANGSAAN,     KETUA UMUM 2002-2007

3. PARTAI DEMOKRASI KEBANGSAAN KOTA BIMA    , KETUA UMUM 2007-2010

4. PSSI KOTA BIMA, KETUA UMUM 2010-2015

5. PARTAI DEMOKRAT PROVINSI NTB, WAKIL KETUA 2022-2027

Baca juga: Klarifikasi Kadishub soal Tuduhan Parkir Lubuklinggau Dikuasai Keluarga Wali Kota, Merasa Dirugikan

Disorot Setelah Lantik Istri dan Iparnya jadi Pejabat 

Juru Bicara Pemerintah Kota Bima, Muhammad Hasyim, menegaskan hubungan kekeluargaan tidak bisa dijadikan alasan mutlak untuk mempromosikan ataupun menghalangi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengembangkan kariernya.

"Setiap ASN memiliki hak yang sama untuk dipertimbangkan dalam pengisian jabatan," ujar Hasyim saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (2/7/2026).

Hasyim mengklaim pengangkatan istri dan ipar Wali Kota tersebut sudah melalui mekanisme kepegawaian yang berlaku, dengan mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, serta rekam jejak mereka. 

Ia pun meminta masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada para pejabat baru ini untuk membuktikan kinerjanya. 

Namun, pihak Pemkot juga berjanji tidak akan segan melakukan evaluasi mendalam.

"Pemerintah Kota Bima tidak akan ragu mengevaluasi maupun mencopot pejabat yang tidak mampu memenuhi target kinerja," tambahnya.

Pemerintah Kota Bima juga menegaskan, pihaknya tidak akan ragu mengevaluasi maupun mencopot pejabat yang tidak mampu memenuhi target kinerja. 

Di sisi lain, saat pelantikan berlangsung, Wali Kota A. Rahman sempat mengingatkan kepada seluruh jajarannya jabatan merupakan sebuah amanah berat, bukan sekadar hadiah.

"Semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul, bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT," tutur A. Rahman, 

Hasyim menegaskan, pengangkatan Badrah Ekawati, M Auwalyah, dan puluhan pejabat lainnya telah melalui mekanisme kepegawaian yang berlaku. 

Proses promosi pun telah dilakukan dengan mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, serta rekam jejak para ASN selama bertugas. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.