Tribunlampung.co.id, Wonosobo - Suasana khusyuk rombongan peziarah asal Kabupaten Kebumen mendadak berubah menjadi kepanikan massal yang mencekam pada Minggu (5/7/2026) pagi sekitar pukul 09.50 WIB.
Baca juga: Detik-detik Minibus Terbakar di Tanjakan Sukoharjo, Sopir Alami Luka Bakar
Minibus PO Juragan OTEWE yang mereka tumpangi tiba-tiba mengalami kebakaran hebat pada bagian ruang mesin saat melintas di Jalan Bhayangkara, tepat di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Wonosobo.
Detik-detik mencekam itu bermula ketika sang sopir, Muhammad Asrory, mulai mencium bau sangit benda terbakar dari arah moncong kendaraan sejak jarak 50 meter sebelum lokasi kejadian.
Menyadari bahaya mengintai, sopir langsung memperlambat laju kendaraan dan menepikan minibus berpenumpang penuh itu tepat di halaman depan kantor polisi.
Dalam hitungan detik, asap hitam tebal langsung mengepul hebat keluar dari kap mesin, memicu kehebohan luar biasa di dalam kabin.
Histeris dan teriakan takbir bersahutan dari puluhan penumpang yang ketakutan. Mereka berdesakan dan saling dorong untuk segera menyelamatkan diri keluar dari pintu bus sebelum kobaran api melumat seluruh badan kendaraan.
"Begitu mobil menepi dan mengeluarkan asap mengepul tebal, situasi sempat heboh dan panik. Beruntung, anggota kami yang sedang bersiaga di pos penjagaan langsung bergerak cepat mengambil tindakan taktis dengan menyemprotkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)," ungkap Pamapta Polres Wonosobo, Ipda Jaka Candra Gunawan, Minggu (5/7/2026), dilansir TribunJateng.com.
Melihat kepulan asap raksasa dan kepanikan para peziarah yang berhamburan, personel SPKT bersama Piket Samapta Polres Wonosobo langsung berlari kencang membawa dua tabung APAR jumbo.
Petugas dengan sigap menjinakkan titik api di ruang mesin sebelum si jago merah merembet ke tangki bahan bakar dan bagian interior bus lainnya.
Setelah api berhasil diredam dalam waktu singkat, polisi segera mengevakuasi seluruh penumpang yang masih syok dan gemetar ke Gedung Serbaguna Polres Wonosobo untuk diberikan ketenangan serta perawatan berkala.
Minibus tersebut sedianya hendak mengantarkan rombongan asal Karangsambung, Kebumen ini menuju kawasan wisata religi Dieng.
Meski sempat diwarnai drama ketakutan massal, polisi memastikan tidak ada satu pun korban jiwa dalam insiden ini.
Atas kejadian tersebut, Polres Wonosobo mengimbau keras para penyedia jasa angkutan umum untuk selalu rutin memeriksa sistem kelistrikan kendaraan guna mencegah korsleting fatal di jalan raya.