Lakukan Tanam Padi Serentak di Pasuruan, Gus Shobih Perkuat Sinergi Jaga Ketahanan Pangan
Rendy Nicko Ramandha July 05, 2026 08:55 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui gerakan tanam padi serentak di Dusun Rokepuh, Desa Beji, Kecamatan Beji, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Melangkah Bersama Mempertahankan Swasembada Pangan” itu berlangsung di lahan pertanian seluas sekitar 3.000 meter persegi milik warga.

Gus Shobih, sapaan akrab Wabup Pasuruan menegaskan gerakan tanam padi serentak bukan sekadar agenda seremonial.

Menurutnya, ini wujud nyata komitmen bersama untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang perekonomian masyarakat.

Baca juga: Petani Keduwung Pasuruan Gembira, Jalan Mulus Pangkas Waktu Angkut dan Biaya Perbaikan Mobil

Ia menilai, Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara agraris.

Karena itu, upaya mewujudkan swasembada pangan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri hingga para petani.

“Tanam padi serentak ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan seluruh elemen dalam menjaga swasembada pangan. Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat petani menjadi kunci utama agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga,” tegasnya.

Gus Shobih berharap, semangat tersebut terus dipelihara sehingga program ketahanan pangan berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya saat kegiatan seremonial berlangsung.

“Saya berharap gerakan ini terus berlanjut. Mari kita dukung setiap program yang benar-benar memberikan manfaat bagi petani, memperkuat produksi pangan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPD Tani Merdeka Pasuruan Raya Winaryo Sujoko mengatakan, gerakan tanam serentak merupakan bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, petani diberi kebebasan memilih varietas benih unggulan yang sesuai dengan karakteristik lahan masing-masing, seperti HMS 700, Ciherang, Inpari 42, Inpari 32, Situ Bagendit, hingga beberapa varietas unggul lainnya.

“Petani tentu paling memahami benih yang sesuai dengan lahannya. Yang terpenting, benih tersebut mampu memberikan hasil panen yang maksimal,” katanya.

“Semoga semangat gotong royong dan kolaborasi dalam sektor pertanian terus tumbuh, sehingga target swasembada pangan nasional,” papat dia.

Di sisi lain, ini juga meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Pasuruan. 

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.