TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni turut mengunggah foto "bang jago" alias pemotor yang memukul pemotor lain di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Seperti diketahui, baru-baru ini, pemotor yang menunggangi Kawasaki Ninja itu viral di media sosial lantaran terekam beraksi bak preman.
Ia menganiaya pemotor lain sambi menyombongkan dirinya.
Politikus NasDem itu tak tahan melihat aksi premanisme tersebut hingga mengunggah wajah pelaku di Instagram pribadinya @ahmadsahroni88 pada Minggu (5/7/2026).
"Preman Jalanan or mmg dia rada Stress ?? kira2 apa yah ??" tulis Sahroni.
Sontak warganet bereaksi dan menilai unggahan Sahroni akan membuat si Bang Jago tak nyenyak tidur.
"Yah di posting @ahmadsahroni88 auto tidur gaenak, makan gak napsu dan hari hari panas dingin," tulis akun @arfhn***.
Akun @yayan_t*** juga berkomentar serupa, "kalau sudah di post @ahmadsahroni88 3x24 jam tidur tidak akan nyenyak"
Sebelumnya, video yang merekam aksi penganiayaan di jalan itu viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, korban mulanya mengendarai motor seperti biasa. Ia pun mengaku dipukul oleh orang tak dikenal.
Tak lama kemudian, pelaku yang juga mengemudikan motor tampak mendekat ke arah korban. Saat itu korban bertanya soal alasan pelaku melakukan pemukulan.
"Lu kenapa nampol gue bang?" kata korban.
"Yaudah video call bokap lu," jawab pelaku.
Pelaku pun terlihat memukul korban sebanyak dua kali. Korban tak membalas dan memilih untuk menjauh.
Pelaku tampak belum puas dan kembali menghampiri korban. Kali ini, ia menantang korban untuk membuka helm dan menepikan kendaraannya.
"Lu enggak tau siapa gue? Hah? Lu enggak tau?" tanya pelaku dengan nada menantang.
Korban mengaku tidak mengenal pelaku. Ia kemudian mempercepat laju motornya dan melanjutkan perjalanannya.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengaku telah memonitor peristiwa tersebut. Menurut dia, polisi sudah mengantongi identitas pelaku.
Di sisi lain, korban belum membuat laporan terkait kejadian yang dialaminya. Meskipun demikian, polisi tetap mencari keberadaan pelaku.
"Ya, sudah (pelaku teridentifikasi). Masih dicari. Korban masih belum lapor," ujar Nurma, Minggu (5/7/2026).