TRIBUNJOGJA.COM - Memiliki pekerjaan dengan gaji yang besar adalah impian semua orang.
Namun, tidak hanya gaji yang dijadikan sebagai patokan untuk memilih sebuah pekerjaan.
Apalagi bagi seorang fresh graduate yang baru akan terjun ke dunia kerja.
Bagi mereka, ada berbagai pertimbangan sebelum memutuskan untuk memilih pekerjaan pertamanya.
Fenomena terbaru menunjukkan bahwa banyak mahasiswa dan lulusan baru atau fresh graduate kini tidak hanya mencari pekerjaan yang menawarkan penghasilan tinggi.
Mereka juga mulai mempertimbangkan berbagai aspek lain yang dinilai dapat mendukung perkembangan karier maupun kehidupan pribadi.
Setiap orang tentu memiliki pertimbangan yang berbeda-beda ketika memilih pekerjaan.
Ada yang lebih mengutamakan perusahaan dengan nama besar, ada yang mencari pekerjaan sesuai dengan minat dan kemampuan, sementara yang lain lebih fokus pada fleksibilitas kerja atau besaran gaji yang ditawarkan.
Lantas, faktor apa sebenarnya yang paling dipertimbangkan Generasi Z saat memilih pekerjaan pertama?
1. Work-Life Balance
Istilah yang belakangan ini ramai di media sosial adalah pulang teng-go atau pulang tepat waktu. Istilah ini menggambarkan kebiasaan karyawan yang langsung pulang setelah jam kerja selesai tanpa harus menunggu hingga larut malam.
Fenomena tersebut menunjukkan adanya perbedaan cara pandang antara Generasi Z dengan generasi sebelumnya dalam memaknai sebuah pekerjaan.
Jika generasi sebelumnya menganggap pulang sedikit lebih lama sebagai bentuk kesetiaan terhadap pekerjaan, Generasi Z justru memiliki pandangan yang berbeda. Bagi mereka, bentuk tanggung jawab terhadap pekerjaan adalah menyelesaikan setiap tugas dengan baik, tepat waktu, dan sesuai dengan porsinya, bukan diukur dari seberapa lama berada di kantor.
Selain itu, Generasi Z juga berharap pekerjaan yang dijalani tetap memberikan waktu dan ruang untuk melakukan aktivitas lain di luar pekerjaan maupun beristirahat dengan cukup.
Mereka menyadari bahwa tubuh dan pikiran tidak dapat terus dipaksa bekerja tanpa henti. Meningkatnya kesadaran mengenai burnout, kesehatan mental, dan pentingnya menjaga keseimbangan hidup membuat work-life balance menjadi salah satu hal yang banyak dipertimbangkan saat memilih pekerjaan.
Meski demikian, penelitian tersebut menunjukkan bahwa work-life balance belum menjadi faktor yang berpengaruh secara signifikan dalam keputusan Generasi Z memilih pekerjaan pertama. Artinya, mereka tetap mempertimbangkan aspek ini, tetapi masih ada faktor lain yang lebih menentukan.
2. Status Seeking
Selain mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, Generasi Z juga mempertimbangkan status seeking atau keinginan untuk memperoleh pengakuan sosial melalui pekerjaan yang dimiliki.
Tidak sedikit dari mereka yang ingin bekerja di perusahaan dengan reputasi yang baik atau memiliki jenjang karier yang jelas.
Bagi sebagian Generasi Z, pekerjaan bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas diri. Memiliki pekerjaan yang dianggap bergengsi atau diakui oleh lingkungan sekitar dapat memberikan rasa bangga sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
Penelitian juga menunjukkan bahwa status seeking menjadi salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan Generasi Z dalam memilih pekerjaan pertama.
3. Self-Efficacy
Faktor berikutnya adalah self-efficacy atau keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya sendiri. Generasi Z cenderung lebih percaya diri untuk mencoba pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
Mereka juga lebih tertarik pada pekerjaan yang memberikan kesempatan untuk belajar menghadapi tantangan baru. Semakin tinggi rasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki, semakin besar pula keyakinan mereka dalam menentukan pilihan karier.
Dalam beberapa sumber mengatakan, self-efficacy juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pemilihan pekerjaan pertama.
4. Upah atau Gaji
Upah atau gaji tetap menjadi salah satu pertimbangan saat memilih pekerjaan. Besaran penghasilan tentu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama bagi lulusan baru yang mulai mandiri secara finansial.
Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran gaji tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan Generasi Z dalam memilih pekerjaan pertama.
Hal ini menunjukkan bahwa Generasi Z tidak hanya berorientasi pada nominal gaji, tetapi juga mempertimbangkan berbagai aspek lain yang dapat mendukung perkembangan karier dan kualitas hidup mereka di masa depan.
(MG ABIL PRAMUDYA)